Fiqih
Beranda » Berita » LF PBNU Tetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H pada 13 September 2026, Ini Jadwal Ayyamul Bidh’i

LF PBNU Tetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H pada 13 September 2026, Ini Jadwal Ayyamul Bidh’i

Bulan Sya'ban merupakan bulan yang sering dilalaikan oleh umat Islam. Padahal, banyak amalan yang bisa dikerjakan selama bulan Sya'ban. (istimewa)

SAJADA.ID, JAKARTA— Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan Ahad, 13 September 2026 M.

Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan istikmal, yakni menyempurnakan jumlah hari bulan sebelumnya menjadi 30 hari.

Ketetapan itu tertuang dalam surat PBNU Nomor 163/PB.08/A.II.11.13/13/09/2026 yang ditandatangani Plt. Ketua dan Plt. Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU.

Sari Ramada Arafah Perluas Pasar di Acara BSI International Expo 2026

Dengan demikian, malam 1 Rabiul Akhir 1448 H dimulai sejak Sabtu malam, 12 September 2026, setelah matahari terbenam.

Awal Rabiul Akhir Berdasarkan Istikmal

Istikmal merupakan salah satu metode dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Metode ini digunakan ketika awal bulan baru belum dapat ditetapkan berdasarkan hasil rukyatul hilal sesuai kriteria yang digunakan.

Dalam konteks Rabiul Akhir 1448 H, hasil perhitungan astronomis menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk.

Pandangan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Terkait Polemik Nasab Ba’alawi, Antara Tradisi dan Bukti Sejarah

Namun, posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang disyaratkan. Perhitungan lain juga menunjukkan awal Rabiul Akhir jatuh pada 13 September 2026.

Karena itu, Rabiul Awal 1448 H digenapkan menjadi 30 hari. Hasilnya, Ahad, 13 September 2026 M ditetapkan sebagai 1 Rabiul Akhir 1448 H.

Penetapan tersebut juga sejalan dengan sejumlah kalender Hijriah yang menempatkan 13 September 2026 sebagai 1 Rabiul Akhir 1448 H.

Siswi SD Prestasi Global Juara 1 Kompetisi Bahasa Inggris Nasional

Kapan Ayyamul Bidh’i Rabiul Akhir?

Dengan penetapan tersebut, Ayyamul Bidh’i atau tiga hari pertengahan bulan Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada:

  • 13 Rabiul Akhir: Jumat, 25 September 2026
  • 14 Rabiul Akhir: Sabtu, 26 September 2026
  • 15 Rabiul Akhir: Ahad, 27 September 2026

Dalam kalender Masehi, ketiganya berlangsung pada 25–27 September 2026.

Sedangkan secara pergantian tanggal Hijriah, 13 Rabiul Akhir mulai sejak Kamis malam, 24 September 2026 setelah Magrib.

Karena itu, masyarakat yang hendak melaksanakan puasa Ayyamul Bidh’i dapat mempersiapkan niat sejak malam harinya.

Darussalam Book Fair 2026: Merawat Tradisi Keilmuan Pesantren melalui Literasi

Puasa Ayyamul Bidh’i

Ayyamul Bidh’isecara umum merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Hari-hari tersebut dikenal sebagai hari-hari putih karena berkaitan dengan keadaan bulan yang terang pada malam pertengahan bulan.

Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ.

Pendidikan STEM Dimulai Sejak Dini, Kepala TK Prestasi Global Raih Penghargaan di KRON 2026

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ berwasiat kepadanya untuk melakukan tiga perkara, salah satunya puasa tiga hari setiap bulan.

Karena itu, pengumuman awal bulan Hijriah tidak hanya penting untuk kepentingan kalender.

Informasi tersebut juga membantu umat Islam menentukan berbagai waktu ibadah yang berkaitan dengan penanggalan Hijriah.

Diskursus Mu’anaqoh (Cipika-Cipiki) dan Salaman dalam Fiqih

Dengan ditetapkannya 1 Rabiul Akhir 1448 H pada Ahad, 13 September 2026, umat Islam dapat mempersiapkan berbagai amalan pada bulan tersebut, termasuk puasa Ayyamul Bidh.

(Syahruddin El Fikri/SAJADA.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *