News
Beranda » Berita » Dukungan Meluas, Sembilan DPC Forkabi Depok Tetap Jagokan Barok Jelang Musda

Dukungan Meluas, Sembilan DPC Forkabi Depok Tetap Jagokan Barok Jelang Musda

SAJADA.ID, DEPOK— Persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Kota Depok mulai menghangat.

Edi Dadang Chandra atau akrab disapa Bang Barok kembali mendapat dukungan kuat untuk memimpin Forkabi Depok periode 2026–2031.

Sedikitnya sembilan DPC Forkabi disebut menyatakan dukungan kepada Barok menjelang Musda yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.

MTQ Nasional XXXI di Semarang Makin Inklusif, Teman Tuli Ikut Tampilkan Tilawah dan Kitabah Al-Qur’an

Sembilan DPC tersebut yakni Tapos, Sukmajaya, Limo, Cinere, Beji, Cimanggis, Pancoran Mas, Sawangan, dan Bojongsari.

Dukungan itu bukan hanya muncul dalam konsolidasi sebelumnya. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah DPC kembali menegaskan pilihannya kepada Barok.

Membawa Forkabi Lebih Inklusif

Dukungan kepada Barok dinilai tidak semata-mata karena faktor kedekatan personal. Sejumlah pengurus DPC menilai kepemimpinannya membawa perubahan terhadap wajah Forkabi di Kota Depok.

Forkabi dinilai semakin terbuka dalam membangun komunikasi dengan pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur masyarakat.

Jurnalis Depok Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang di Selat Sunda

Ketua DPC Cimanggis, H. Muhamad Husin, bahkan menilai kepemimpinan Barok berhasil mengubah persepsi terhadap Forkabi.

“20 tahun ke belakang masyarakat menilai bahwa ormas Forkabi ini identik dengan premanisme. Tapi di bawah kepemimpinannya, Bang Barok mampu membawa Forkabi menjadi barometer ormas di Kota Depok,” ujarnya.

Menurut Husin, perubahan tersebut terlihat dari semakin terbukanya Forkabi membangun sinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai stakeholder.

Wakaf Saham Istiqlal: Inovasi Ekonomi Umat atau Perlu Penguatan Tata Kelola?

Ia pun mengingatkan seluruh kader agar menjaga kekompakan organisasi. “Jagalah kekompakan organisasi ini, agar organisasi ini kuat dan dihormati di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sembilan DPC di Barisan Barok

Dalam konsolidasi 28 Juli 2026, Ketua DPC Tapos H. Sukri secara terbuka menyatakan dukungan kepada Barok.

“Atas nama DPC Tapos, kami mendukung penuh Bang Edi Dadang Chandra untuk kembali menjadi Ketua DPD Forkabi Kota Depok pada periode berikutnya,” tegasnya.

Dukungan juga disampaikan DPC Sukmajaya yang dipimpin Boris. Boris menilai selama Barok memimpin, Forkabi mengalami kemajuan dalam organisasi, administrasi, dan kegiatan sosial.

10 Kebiasaan Manusia yang Membuka Jalan bagi Setan

DPC Limo di bawah Casmin juga termasuk dalam barisan pendukung Barok. Begitu pula DPC Cinere yang dipimpin H. Samali. Ia menilai program organisasi selama kepemimpinan Barok berjalan dan hubungan Forkabi dengan berbagai pihak semakin harmonis.

“Selama kepemimpinan Bang Edi Dadang Chandra sudah terbukti, bahwa Forkabi Kota Depok cukup solid,” ujar Samali dalam konsolidasi tersebut.

Dukungan berikutnya datang dari DPC Beji yang diwakili Topik Mulyadi, DPC Cimanggis yang dipimpin H. Muhamad Husin, serta DPC Pancoran Mas yang dipimpin Ahmad Furqon. Ketiganya ikut menyatakan dukungan dalam konsolidasi menjelang Musda.

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Sehari-hari

Mereka menilai kepemimpinan Barok mampu meningkatkan eksistensi Forkabi, memperkuat hubungan dengan pemerintah, sekaligus menjaga soliditas organisasi.

Andika, Ketua DPC Forkabi Sawangan, (kanan) siap dukung Barok (kiri)

Sawangan: Siapa Pun Maju, Tetap Barok

Dukungan semakin menguat setelah Ketua DPC Sawangan, Andika alias Dika Sang Penggali Kubur, menyatakan sikapnya secara terbuka. Ia menegaskan tidak akan mengubah pilihan meskipun terdapat kandidat lain yang maju dalam Musda.

“Siapa pun maju mencalonkan, pendirian saya tetap pilih Ketua Barok,” demikian sikap Dika yang diberitakan pada 8 September 2026.

Rumah yang Berkah, Awal Kebahagiaan Keluarga

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persaingan Musda tidak serta-merta membuat barisan pendukung Barok berubah. Dika menilai kepemimpinan Barok telah membawa Forkabi semakin solid dan mendapat tempat di tengah masyarakat.

Bojongsari Juga Tidak Goyah

DPC Bojongsari juga kembali menegaskan dukungannya kepada Barok. Pada 8 September 2026, DPC Bojongsari tetap mendukung penuh Barok untuk maju kembali dalam Musda Forkabi Kota Depok.

Dengan masuknya Sawangan dan Bojongsari, dukungan yang secara terbuka kepada Barok setidaknya mencakup sembilan DPC.

Jumlah tersebut membuat peta persaingan Musda semakin menarik. Apalagi, sebelumnya pemberitaan konsolidasi 28 Juli bahkan menyebut 11 DPC Forkabi se-Kota Depok sepakat mendukung Barok.

Kandidat Lain Mulai Bermunculan

Di tengah menguatnya dukungan kepada Barok, dinamika pencalonan Ketua DPD Forkabi Depok tetap terbuka. Sejumlah nama kandidat ketua DPD Forkabi Kota Depok tetap berpotensi maju dalam Musda.

Kehadiran kandidat lain merupakan bagian dari dinamika organisasi dan demokrasi internal.
Namun, para pengurus DPC pendukung Barok meminta seluruh proses berlangsung secara sehat dan bermartabat.

Perbedaan pilihan tidak semestinya berubah menjadi konflik. Apalagi, Forkabi memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjaga marwah masyarakat Betawi di Kota Depok.

Musda Harus Jadi Momentum Persatuan

Musda Forkabi Depok seharusnya tidak berhenti pada persoalan siapa yang memenangkan pemilihan. Lebih dari itu, Musda menjadi momentum menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.

Forkabi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga identitas Betawi sekaligus terbuka terhadap perubahan. Organisasi juga hendaknya semakin aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi, dan kerja sama dengan pemerintah.

Selama kepemimpinan Barok, kegiatan sosial dan kerja sama lintas lembaga memang menjadi salah satu wajah yang paling menonjol.

Dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, misalnya, DPD Forkabi melibatkan perwakilan dari 11 DPC dan mendorong kegiatan Jumat Bersih di wilayah masing-masing.

Hal tersebut memperlihatkan upaya Forkabi membangun citra sebagai organisasi yang hadir melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih dalam Musda harus mampu merawat persatuan. Sebab, kemenangan dalam Musda akan kehilangan makna jika setelahnya organisasi justru terbelah.

Bagi para pendukung Barok, pesannya jelas: tetap semangat, jaga kekompakan, dan hadapi Musda secara demokratis serta bermartabat.
Musda bukan sekadar mencari ketua baru.

Musda adalah momentum membuktikan bahwa Forkabi mampu menjadi rumah besar masyarakat Betawi yang inklusif, solid, dan membawa kebaikan bagi Kota Depok.

(Syahruddin/SAJADA.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *