SAJADA.ID, DEPOK — Generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemimpin di tingkat global. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan penguatan pengetahuan, karakter, literasi digital, integritas, dan kemandirian.
Guru Besar Jawaharlal Nehru University (JNU), New Delhi, India, Prof. Dr. Gautam Kumar Jha, menyampaikan hal ini pada acara Studium Generale di Kampus Universitas Islam Depok (UID), Ahad (6/9/2026).
Pembicara lainnya adalah Ruchman Basori, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI, dan moderator oleh Dr. Alamsyah, dosen UID.
Mengangkat gagasan “From Campus to Global Leadership”, Prof Gautam menekankan empat karakter penting yang perlu mahasiswa miliki untuk menghadapi tantangan masa depan.
Keempatnya adalah moderat (open mind), cerdas bermedia (critical mind), sadar hukum (ethical mind), serta mandiri dengan entrepreneurial mind.
Menurut Prof Gautam, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Dunia yang semakin terbuka membutuhkan generasi yang mampu berpikir luas, kritis, etis, sekaligus memiliki kemampuan untuk berdiri secara mandiri.

“Moderat berarti memiliki open mind. Mahasiswa harus terbuka terhadap perbedaan, gagasan baru, dan perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki prinsip dan jati diri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media digital. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa harus mampu memilah informasi, melakukan verifikasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita maupun narasi yang belum terbukti kebenarannya.
Karena itu, menurutnya, mahasiswa harus memiliki critical mind atau pola pikir kritis.
“Cerdas bermedia berarti tidak menerima semua informasi begitu saja. Mahasiswa harus mampu berpikir kritis, memeriksa informasi dan memahami konteks sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” katanya.

Selain itu, Prof Gautam menilai kesadaran hukum merupakan bagian penting dari karakter calon pemimpin. Pendidikan tinggi, menurutnya, harus melahirkan manusia yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab.
Sadar hukum harus dibangun dengan ethical mind, sehingga mahasiswa memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan harus dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, aspek kemandirian menjadi bekal penting lainnya. Prof Gautam mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, ia memperkenalkan gagasan entrepreneurial mind, yakni pola pikir yang kreatif, produktif, berani mengambil peluang, dan mampu menciptakan nilai.

Potensi Masa Depan
Prof Gautam juga menyebutkan sejumlah nama warga India yang telah dikenal dan berkiprah di berbagai penjuru dunia. Menurutnya, Indonesia pun memiliki potensi yang sama untuk melahirkan generasi yang mampu mengambil peran di tingkat global.
Ia optimistis generasi muda Indonesia akan semakin maju dan mampu bersaing di dunia internasional apabila mendapatkan bekal pengetahuan sekaligus karakter yang kuat.
“Indonesia memiliki generasi muda yang sangat potensial. Dengan pengetahuan, karakter, literasi digital, integritas, dan kemandirian, saya yakin generasi muda Indonesia dapat menjadi pemimpin masa depan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” tuturnya.
Bagi Prof Gautam, kampus bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Kampus merupakan ruang pembentukan manusia yang kelak mampu membawa perubahan di tengah masyarakat.
Dari kampus, mahasiswa harus menyiapkan diri untuk melangkah lebih jauh: dari lingkungan akademik menuju kepemimpinan global.
(Syahruddin El Fikri/SAJADA.ID)






Komentar