Kesra
Beranda » Berita » Rektor UID Bekali 159 Mahasiswa Pascasarjana dengan Tiga Pesan Penting

Rektor UID Bekali 159 Mahasiswa Pascasarjana dengan Tiga Pesan Penting

SAJADA.ID, DEPOK— Rektor Universitas Islam Depok (UID) Dr. KH. Ahmad Damanhuri, MA., memberikan tiga pesan penting kepada 159 mahasiswa baru Program Pascasarjana sebagai bekal memasuki proses pendidikan tingkat magister.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Orientasi dan Matrikulasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UID, Minggu (6/9/2026), di halaman Kampus UID.

Mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Magister Hukum Keluarga Islam (HKI).

Sekretaris Watimpres Muhammad Qodari Dijadwalkan Hadiri Harmoni Angklung PWI Depok

Melalui kegiatan orientasi dan matrikulasi, mahasiswa diperkenalkan dengan kultur akademik Pascasarjana sekaligus diarahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang lebih kritis, mandiri, dan berbasis riset.

Dalam pengarahannya, KH. Ahmad Damanhuri menekankan tiga hal yang harus menjadi perhatian mahasiswa selama menjalani pendidikan Pascasarjana.

Pertama, mahasiswa harus membangun kapasitas diri melalui proses pendidikan yang serius dan sungguh-sungguh.

Menurutnya, memasuki jenjang Pascasarjana berarti mahasiswa memiliki kesungguhan lebih dalam mengembangkan wawasan dan kemampuan akademik. Proses perkuliahan bukan hanya sekadar rutinitas untuk mendapatkan gelar, tetapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas kontribusi keilmuan.

Hadapi Disrupsi AI, IPI Dorong Pustakawan Tingkatkan Kompetensi dan Adaptasi Teknologi

Rektor Universitas Islam Depok, Dr. KH. Ahmad Dmanahuri, MA., berfoto bersama dengan jajaran civitas akademika. (Dok. SAJADA.ID)

Pesan kedua adalah menjaga integritas akademik. Mahasiswa Pascasarjana harus membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, orisinalitas karya ilmiah, serta etika dalam menggunakan sumber-sumber pengetahuan.

“Pendidikan Pascasarjana harus melahirkan insan akademik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas,” menjadi salah satu penekanan dalam pesan Rektor UID kepada mahasiswa baru.

Pesan ketiga, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kemenag Depok Siapkan Acara Hari Santri 2026, Libatkan 144 Pesantren dan 5.000 Santri

Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya berasal dari kemampuan menyelesaikan studi. Tetapi juga sejauh mana ilmunya dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan dan kehidupan sosial.

Matrikuasi Perkuat Kesiapan Akademik

Setelah pembekalan dari Rektor, mahasiswa mengikuti rangkaian sesi matrikulasi yang memberikan pemahaman lebih teknis mengenai kehidupan akademik di Pascasarjana UID.

Wakil Rektor I UID Acep Muahid Muhammadi, SHI., MM., bersama UPT Pangkalan Data, UPT Jurnal, serta Biro Akademik dan Kemahasiswaan memberikan sosialisasi mengenai sistem perkuliahan dan berbagai layanan akademik. Seperti mekanisme absensi, layanan administrasi akademik, pemantauan proses pedagogi, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perkuliahan.

Pembekalan tersebut sangat penting karena mahasiswa Pascasarjana harus memiliki kemandirian dalam mengelola proses akademiknya. Pemahaman terhadap sistem yang berlaku di perguruan tinggi juga dapat membantu mahasiswa mengikuti seluruh tahapan pendidikan secara tertib dan optimal.

Hadits Arbain Nawawi No. 39: Allah Memaafkan Kesalahan, Lupa, dan Paksaan

Kemampuan Publikasi Ilmiah

Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam sesi matrikulasi adalah publikasi ilmiah. Mahasiswa dapat memahami mengenai pentingnya kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah selama menjalani pendidikan Pascasarjana.

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik melakukan submit artikel ke jurnal. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari tradisi akademik Pascasarjana yang mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pembaca ilmu, tetapi juga mampu menghasilkan dan menyebarluaskan gagasan akademik.

Publikasi ilmiah sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, mengolah data, menyusun argumentasi, serta menuangkan hasil pemikiran dalam bentuk karya ilmiah yang bertanggungjawab.

Memilih Teman Saleh, Menjauhi Sahabat yang Merusak Hati

Kurikulum dan Kompetensi Mahasiswa

Dalam sesi berikutnya, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai kurikulum program studi. Kaprodi Magister PAI dan Magister MPI, Dr. Ahmad Suja’i, M.M., memaparkan struktur dan sebaran mata kuliah serta kompetensi selama masa studi.

Sementara itu, Kaprodi HKI Dr. Briliantina Indrati, M.Si., M.Pd., menjelaskan kurikulum Magister Hukum Keluarga Islam sekaligus pentingnya pengembangan soft skill dalam perspektif Islam.

Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta akhlak.

Setelah 35 Tahun, Indonesia Akhirnya Juara pada FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Dengan demikian, lulusan Pascasarjana tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan interpersonal dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Rangkaian orientasi dan matrikulasi tersebut menjadi tahap awal bagi 159 mahasiswa baru dalam memasuki dunia akademik Pascasarjana UID.

Harapannya, melalui pembekalan tersebut, mahasiswa mampu memahami tuntutan pendidikan magister, membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, mengembangkan kemampuan penelitian dan publikasi. Selain itu juga bisa menjadikan ilmunya sebagai sarana memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

(Syahruddin El Fikri/SAJADA.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *