Agama
Beranda » Berita » Ketua PCNU Depok Bekali Mahasiswa Pascasarjana UID dengan Moderasi Beragama

Ketua PCNU Depok Bekali Mahasiswa Pascasarjana UID dengan Moderasi Beragama

SAJADA.ID, DEPOK— Ketua PCNU Kota Depok Dr. KH. Ahmad Solechan, M.Si., mengingatkan 159 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Islam Depok (UID) agar menjadikan moderasi beragama sebagai bagian penting dalam membangun tradisi keilmuan dan kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan KH. Ahmad Solechan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi dan Matrikulasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UID, Minggu (6/9/2026), di halaman Kampus UID.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa baru Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Magister Hukum Keluarga Islam (HKI).

Kepala Puspenma Kemenag: Mahasiswa UID Harus Jadi Pemimpin Masa Depan Indonesia

Menurut Ahmad Solehan, mahasiswa Pascasarjana memiliki posisi strategis karena mereka tidak hanya dituntut menguasai disiplin ilmu yang dipelajari, tetapi juga akan berhadapan dengan berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang semakin kompleks.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki cara pandang keagamaan yang matang, luas, dan proporsional. Pemahaman keagamaan yang kuat harus berjalan bersama sikap terbuka, adil, toleran, serta mampu menghargai perbedaan dalam kehidupan masyarakat.

“Moderasi beragama diperlukan agar mahasiswa memiliki keluasan cara pandang dalam memahami persoalan keagamaan dan sosial, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai persatuan,” tegasnya.

Moderasi Bukan Mengurangi Komitmen Beragama

Ahmad Solechan menjelaskan, moderasi beragama tidak berarti mengurangi komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya. Sebaliknya, moderasi merupakan cara menghadirkan ajaran agama secara bijaksana, proporsional, dan membawa kemaslahatan.

Rektor UID Bekali 159 Mahasiswa Pascasarjana dengan Tiga Pesan Penting

Mahasiswa, kata dia, harus mampu membedakan antara prinsip agama yang bersifat fundamental dengan persoalan-persoalan yang memungkinkan adanya perbedaan pandangan.

Sikap tersebut penting terutama bagi mahasiswa yang nantinya terjun sebagai pendidik, pengelola lembaga pendidikan, akademisi, maupun praktisi hukum Islam. Mereka akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang, pemikiran, tradisi, dan persoalan yang beragam.

“Ilmu harus membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan. Jangan sampai ilmu justru membuat kita mudah menyalahkan orang lain,” pesannya.

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada dan Tidak Panik

Mahasiswa Harus Menjadi Jembatan

Ketua PCNU Kota Depok tersebut juga mendorong mahasiswa Pascasarjana untuk menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi harus melahirkan insan akademik yang mampu menjembatani perbedaan dan menghadirkan gagasan yang konstruktif.

Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik. Lebih dari itu, mereka harus mampu membaca realitas sosial dan menghubungkan ilmu yang diperoleh dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks pendidikan agama Islam, misalnya, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan model pembelajaran yang menanamkan nilai keislaman sekaligus membangun sikap toleran, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan.

Sementara bagi mahasiswa Hukum Keluarga Islam, pemahaman moderasi diperlukan agar persoalan hukum dan kehidupan keluarga dapat dilihat secara komprehensif dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat sekaligus mempertimbangkan kemaslahatan.

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab dan Prestasi Mahasiswa

Tradisi Akademik Harus Dilandasi Akhlak

Ahmad Solechan juga mengingatkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang melekat pada dirinya.

Pendidikan Pascasarjana tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang memiliki gelar dan kemampuan intelektual. Pendidikan juga harus membentuk karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

“Jangan sampai kita semakin tinggi pendidikannya, tetapi semakin sempit cara pandangnya. Justru semakin tinggi ilmu, semakin luas wawasan dan semakin baik akhlaknya,” ujarnya.

Gus Kikin Siapkan Kepengurusan Lewat Musyawarah dan Istikharah

Ia berharap mahasiswa baru UID mampu menjadikan masa studi Pascasarjana sebagai ruang untuk memperdalam ilmu sekaligus membangun kematangan berpikir dan kedewasaan dalam kehidupan sosial.

Bekal Menghadapi Masyarakat yang Beragam

Kegiatan orientasi dan matrikulasi Pascasarjana UID menjadi momentum awal bagi 159 mahasiswa baru untuk memahami lingkungan akademik sekaligus memperoleh bekal keilmuan dan wawasan sosial.

Melalui materi moderasi beragama tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi intelektual Muslim yang memiliki keteguhan dalam beragama, keluasan wawasan, serta kemampuan merawat persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.

Gandeng SMKN 2 Pandeglang, Bogasari Perkuat TEFA dan Siapkan Siswa Jadi Pelaku Usaha

Dengan demikian, ilmu yang diperoleh di Pascasarjana UID tidak berhenti di ruang kelas dan karya ilmiah, tetapi dapat hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan keagamaan, pendidikan, hukum, dan sosial di tengah masyarakat.

(Syahruddin El Fikri/SAJADA.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *