SAJADA.ID, DEPOK — Menjelang Idul Adha, pemahaman masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan qurban masih perlu peningkatan. Sebab, masih banyak praktik pengelolaan qurban yang belum sepenuhnya sesuai syariat Islam, mulai dari proses penyembelihan hingga pemanfaatan bagian hewan qurban.
Berangkat dari kondisi itu, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (UPZIS-NU) Kecamatan Cipayung bersama Pondok Pesantren As Sa’adah Depok menggelar kegiatan “Madrasah Sembelih Syariat”, Ahad, 17 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar pelaksanaan ibadah qurban berjalan sesuai tuntunan fikih Islam.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang fikih udhiyah yang disampaikan oleh KH. Fathuri Wahmad, M.A., selaku Mustasyar MWC NU Cipayung. Ia menegaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga menjaga adab dan ketentuan syariat dalam seluruh prosesnya.
“Qurban bukan sekadar memotong hewan. Ada aturan fikih yang harus terjaga, mulai dari niat, cara penyembelihan, hingga distribusi dagingnya. Jangan sampai ibadah yang mulia justru tercampur praktik yang tidak sesuai syariat,” ujar KH. Fathuri Wahmad.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperlakukan hewan qurban secara baik sebelum penyembelihab. Menurutnya, Islam mengajarkan ihsan bahkan kepada hewan.
“Pisau harus tajam, hewan tidak boleh disakiti, dan proses penyembelihan harus dilakukan dengan benar serta cepat. Ini bagian dari ajaran Rasulullah SAW tentang kasih sayang dan profesionalitas dalam menyembelih,” tambahnya.
Tak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penyembelihan hewan qurban menggunakan sapi. Praktik dipandu tim NUSAQU bersama Dakwah Sembelih Halal (DSH) Cabang Depok. Peserta diperlihatkan teknik penyembelihan yang benar, aman, serta memenuhi standar halal.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren As Sa’adah Depok dan dihadiri sejumlah tokoh agama serta pengurus Nahdlatul Ulama. Di antaranya KH. Bahruddin Thoyyib, MM selaku Rois Syuriah MWC NU Cipayung, KH. Drs. Moh. Hariruddin dan KH. Muhammad Rais dari PCNU Kota Depok, KH. Triyono, S.Sy., M.Pd, KH. Samulloh, serta Ketua LAZIS NU Kota Depok, Dr. Muhtar Said, SH., MH.
Panitia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata kelola qurban yang benar. Selain itu, Madrasah Sembelih Syariat diharapkan menjadi bekal bagi panitia qurban agar pelaksanaan ibadah berlangsung lebih tertib, aman, dan sesuai tuntunan agama.
Dilaporkan oleh: UPZIS NU Cipayung






Komentar