SAJADA.ID, CIREBON— Jurusan Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon jalin kerja sama dengan LPK Pariwisata ITMA Jakarta. Kerja sama itu diwujudkan dengan menggelar Professional Training Tour Management dan Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Travel Consultant pada 10-11 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan industri.
Dr. Layaman yang mewakili Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati, membuka acara. Hadir pula Ketua Jurusan Pariwisata Syariah Hafni Khairunnisa, M.Sc., Sekretaris Jurusan Yati Haryati, M.Sc., Kabag Tata Usaha FEBI Aef Saefuzaman, M.Si., serta Direktur LPK Pariwisata ITMA Jakarta Pundi Purwanto, S.Ag.

Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Industri
Pelatihan menghadirkan dua praktisi berpengalaman di bidang pariwisata, perjalanan wisata, umrah, dan haji, yakni H.R. Iwan Giwangkara dan Ade Syahri.
Selama dua hari, peserta memperoleh materi seputar pengelolaan perjalanan wisata, penyusunan produk wisata, pelayanan pelanggan, hingga strategi pengembangan bisnis perjalanan wisata dan umrah.
Menurut Dr. Layaman, pelatihan profesional dan sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa pariwisata agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Pembangunan kompetensi melalui Professional Training Tour Management sangat penting untuk mencetak SDM pariwisata yang profesional. Kompetensi tersebut perlu diperkuat dengan Sertifikasi BNSP agar lulusan memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, perkembangan Jurusan Pariwisata Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan tren positif dengan meningkatnya jumlah mahasiswa setiap tahun.

Sertifikasi BNSP untuk Tingkatkan Daya Saing
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkai dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Travel Consultant yang bekerja sama dengan LSP Maestro Indonesia.
Sebanyak 17 peserta mengikuti sertifikasi tersebut. Proses asesmen dilakukan oleh asesor kompetensi BNSP, yakni Pundi Purwanto, S.Ag. dan Ratna Octaviyani, S.E., M.Par.
Dalam sesi pelatihan, Iwan Giwangkara menekankan pentingnya keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Masih banyak lulusan pariwisata yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan kompetensi industri sehingga perusahaan harus memberikan pelatihan tambahan. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan industri melalui pelatihan serta sertifikasi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut,” katanya.
Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri
Pada penutupan kegiatan, Hafni Khairunnisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut.
Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut melalui berbagai program peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang melalui program pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta dunia industri pariwisata,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan pariwisata syariah yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri pariwisata nasional maupun global.
Editor: Syahruddin El Fikri
Sumber: LPK Pariwisata ITMA Jakarta






Komentar