Agama
Beranda » Berita » Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur: Meneguhkan Fitrah, Menyongsong Era Digital

Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur: Meneguhkan Fitrah, Menyongsong Era Digital

JAKARTA, SAJADA.ID – Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (21/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan jenjang Paket A, sekaligus ajang refleksi bersama antara lembaga pendidikan, orang tua, dan para pendidik dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Penilik Pendidikan yang mewakili Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arif Nasdianto, M.Pd., menyampaikan arah kebijakan pendidikan nasional yang saat ini menitikberatkan pada pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan kemampuan coding, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Arif, tantangan pendidikan ke depan menuntut kesiapan seluruh elemen sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Bukan Seberapa Tinggi Kita Berada, tapi Seberapa Kuat Kita Bangkit Setelah Jatuh

“Peserta didik harus didorong agar melek kecerdasan artifisial dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Guru dan siswa juga perlu memiliki jejak digital yang positif melalui karya tulis maupun media sosial yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah unggul tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas guru, prestasi peserta didik, dan kepemimpinan yang kuat.

Selain itu, Arif menilai lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama di wilayah Cipayung yang dikenal memiliki lingkungan religius dan mendukung penguatan karakter peserta didik.

Amanah Pendidikan Kembali kepada Orang Tua

Sementara itu, Kepala PKBM Terpadu An-Nur, Ustadz Sudarmoko, Lc., S.Kom.I., menegaskan bahwa acara perpisahan bukanlah akhir dari proses pendidikan.

Hijrah dan Perencanaan Matang: Belajar Strategi Perubahan dari Rasulullah SAW

Menurutnya, haflah akhirussanah merupakan simbol penyerahan kembali amanah pendidikan kepada orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Perpisahan ini bukan akhir dari tanggung jawab mendidik anak. Amanah utama tetap berada di tangan orang tua,” katanya.

Ia berpesan kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, menjaga hafalan Al-Qur’an sepanjang hayat, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta senantiasa menghormati dan mendoakan para guru yang telah membimbing mereka.

Hijriyah dan Hijrah: Menata Hati, Menyiapkan Hari Esok

Merawat dan Menjaga Fitrah Anak

Pesan yang lebih mendalam disampaikan oleh Ustadz Dr. Iman Zamroji, M.A. Ia mengajak seluruh komponen pendidikan untuk memahami makna hakiki dari kebersamaan yang telah terjalin selama kurang lebih enam tahun.

Menurutnya, perjalanan pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga ikhtiar bersama dalam merawat, menjaga, dan mengembangkan fitrah anak.“Anak adalah anugerah sekaligus amanah dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, membawa potensi tauhid dan keislaman yang harus dijaga oleh keluarga dan lingkungan pendidikan.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Pers dan Hijriyah: Wartawan Jadi Penebar Kebenaran dan Kemaslahatan

Iman Zamroji menegaskan bahwa guru hadir sebagai mitra orang tua dalam menjaga fitrah tersebut. Karena itu, sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Menyiapkan Generasi Berkarakter

Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur tahun ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital.

Dari momentum ini, terpatri harapan agar para lulusan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akidah, mulia dalam akhlak, serta bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Waspada, Kaki Furniture Kayu yang Menempel ke Lantai Bisa Jadi Pintu Masuk Rayap

(Ummu Ahya Gyantie)

Antara Umar dan Umur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *