News
Beranda » Berita » Perkuat Peran Perempuan Hadapi Krisis Iklim, Duo Mahasiswi Universitas Pertamina Raih Juara Nasional

Perkuat Peran Perempuan Hadapi Krisis Iklim, Duo Mahasiswi Universitas Pertamina Raih Juara Nasional

Dokumentasi: Zeffanya Tessalonika Manoppo (kiri) dan Paskarina Alfalahsea (kanan), mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina, menerima trofi Juara I kategori Chamber Policy Brief pada Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII) ke-38 Tahun 2026 di Bandung.

SAJADA.ID, BANDUNG — Dua mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina (UPER), Zeffanya Tessalonika Manoppo dan Paskarina Alfalahsea, meraih Juara I kategori Chamber Policy Brief pada Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII) ke-38 Tahun 2026 di Bandung.

Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul Mendayung Bersama di Lautan yang Sama: Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia–Pasifik dalam Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Berperspektif Gender, yang menyuarakan pentingnya pelibatan perempuan dalam menghadapi krisis iklim.

Dalam policy brief tersebut, keduanya mengusulkan pembentukan Indonesia-Pacific Climate and Gender Partnership (IPCGP), sebuah kerangka kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk memperkuat ketahanan iklim berbasis perspektif gender.

Bukan Seberapa Tinggi Kita Berada, tapi Seberapa Kuat Kita Bangkit Setelah Jatuh

Gagasan itu berangkat dari kesamaan tantangan yang dihadapi Indonesia dan negara-negara Pasifik sebagai wilayah kepulauan yang rentan terhadap kenaikan muka air laut, kerusakan ekosistem pesisir, dan ancaman terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

Perspektif Perempuan

Menurut Zeffanya, perempuan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dekat dengan kebutuhan komunitas sehingga perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pengambilan keputusan dalam kebijakan iklim.

“Perspektif perempuan perlu hadir sejak proses perencanaan hingga pengambilan keputusan agar kebijakan iklim menjadi lebih inklusif dan efektif,” ujarnya.

Dokumentasi: Zeffanya Tessalonika Manoppo dan Paskarina Alfalahsea berfoto bersama panitia REDIFEST 2026 setelah sukses menyelenggarakan festival budaya internasional di Universitas Pertamina.

Sebagai implementasi, IPCGP menawarkan dua program unggulan, yakni Gender-Climate Fellowship untuk meningkatkan kapasitas perempuan di bidang pembiayaan iklim dan tata kelola pesisir, serta Mangrove & Coastal Adaptation Pilot yang berfokus pada restorasi mangrove berbasis komunitas perempuan.

Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur: Meneguhkan Fitrah, Menyongsong Era Digital

Paskarina menjelaskan, program tersebut dirancang agar perempuan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan di tingkat komunitas.

“Kami menargetkan sedikitnya 40 persen keterlibatan perempuan dalam struktur pengambilan keputusan pada proyek restorasi pesisir,” kata Paskarina.

Solusi Berbasis Riset

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti kemampuan mahasiswa UPER dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan global.

Hijrah dan Perencanaan Matang: Belajar Strategi Perubahan dari Rasulullah SAW

Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa gagasan inovatif mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

(SFR/sajada.id)

Hijriyah dan Hijrah: Menata Hati, Menyiapkan Hari Esok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *