SAJADA.ID, DEPOK— Situ Rawa Besar di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Depok. Selain memiliki nilai historis dan budaya, kawasan situ tersebut juga diyakini dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.
Karena itu, penguatan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan penataan dan pengembangan kawasan Situ Rawa Besar secara berkelanjutan.
Semangat membangun destinasi wisata berbasis masyarakat tersebut mewarnai kegiatan pemilihan Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok yang berlangsung meriah, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik Sartika, Camat Pancoran Mas, Mustakim, Sekretaris Kelurahan Depok, Sholahudin, Ketua DPD Forkabi Kota Depok, Edi Dadang Chandra, serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua LPM, Karang Taruna, RT dan RW di Kampung Lio.
Ketua Pokdarwis terpilih, Marwajih atau yang akrab disapa Bang Wajie, mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga Kampung Lio di empat RW yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya. Saya berharap adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk membangun dan menata Situ Rawa Besar menjadi destinasi wisata keluarga yang membanggakan,” ujar Bang Wajie.
Menurutnya, pembangunan kawasan wisata tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan kesamaan visi seluruh masyarakat.

Ia berharap berbagai gagasan dan pemikiran dari seluruh elemen masyarakat dapat disatukan demi kemajuan Kampung Lio.
“Mari bersama-sama membangun Situ Rawa Besar agar menjadi percontohan destinasi wisata unggulan di Kota Depok,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budparekraf Disporyata Kota Depok, Startik Sartika, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan pengurus Pokdarwis yang baru.
Ia berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan terobosan dalam pengembangan wisata di Kampung Lio.
“Kami ingin pariwisata Kota Depok terus berkembang dan semakin dikenal luas. Mungkin kita tidak memiliki banyak potensi alam seperti daerah lain, tetapi kita memiliki ide, kreativitas, dan sumber daya manusia yang hebat. Dengan kekompakan, insya Allah cita-cita tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Startik juga mengingatkan pentingnya membangun kepengurusan yang solid dan memiliki visi yang sama.
“Ketua harus mampu merangkul pengurus yang memiliki frekuensi yang sama sehingga ide dan program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Camat Pancoran Mas, Mustakim, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang kembali menghidupkan Pokdarwis setelah vakum selama kurang lebih dua tahun.
Menurutnya, keberadaan Pokdarwis sangat penting sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pengembangan kawasan Situ Rawa Besar.
“Situ ini bukan hanya tanggung jawab ketua terpilih, tetapi tanggung jawab kita bersama. Namun, keberadaan kepengurusan menjadi penting sebagai jembatan komunikasi dengan kelurahan, kecamatan, maupun pemerintah kota,” ujarnya.
Ia berharap ketua terpilih dapat merangkul seluruh potensi masyarakat yang ada di empat RW di Kampung Lio.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu untuk memajukan Situ Rawa Besar. Selamat kepada Ketua Pokdarwis terpilih, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik,” katanya.
Dalam pemilihan tersebut, Marwajih terpilih sebagai Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok periode 2026-2029 setelah meraih 72 suara, mengungguli pesaingnya, Afrizal, yang memperoleh 18 suara. Dari total 105 pemilih, sebanyak 90 orang hadir menggunakan hak pilihnya, sedangkan 15 lainnya tidak hadir.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar