SAJADA.ID, JAKARTA— Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) akan menggelar Muktamar VIII, Sabtu (19/9/2026). Forum ini membawa pesan kuat: islah, konsolidasi, dan persatuan keluarga besar IPHI.
Hotel Maxone Jakarta, menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-VIII IPHI. Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah akan menghadiri muktamar ini.
Mereka terdiri atas Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta Pengurus Daerah IPHI. Sekitar 30 pimpinan wilayah dari berbagai provinsi juga akan mengambil bagian.
Ketua Panitia Muktamar H. Gatot Salahudin mengatakan, Muktamar VIII bukan sekadar agenda konstitusional lima tahunan.
Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah. “Sekaligus menyatukan kembali energi organisasi dalam semangat islah,” kata Gatot. Semangat itu juga tercermin dari keterlibatan sejumlah fungsionaris Muktamar VII Jakarta 2021.
Konsolidasi NasionalKehadiran pimpinan wilayah dan daerah menjadi bagian penting Muktamar VIII. Forum tersebut akan menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi.
Menurut panitia, konsolidasi telah dilakukan melalui berbagai forum. Di antaranya Rakernas dan pertemuan organisasi di berbagai daerah.
Sekretariat Panitia Muktamar VIII juga telah menerima sejumlah surat mandat dari jajaran IPHI daerah. Hal itu menjadi bagian dari proses konsolidasi menuju Muktamar.
Muktamar sekaligus menjadi momentum melanjutkan estafet kepemimpinan. Program organisasi untuk lima tahun mendatang akan dirumuskan dalam forum tersebut.
Menentukan Arah IPHI 2026–2031Sesuai panduan penyelenggaraan, Muktamar VIII memiliki sejumlah agenda strategis. Salah satunya mengevaluasi perjalanan pengabdian IPHI selama lima tahun terakhir.
Forum juga akan meningkatkan komunikasi dan konsolidasi organisasi, serta merumuskan kebijakan dan program aksi untuk kemaslahatan umat. Muktamar akan menyempurnakan dan menetapkan AD/ART IPHI, termasuk Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat.
Selain itu, peserta akan menetapkan Program Umum IPHI 2026–2031. Muktamar juga memilih Ketua Umum Pengurus Pusat dan Formatur Muktamar.
“Keputusan Muktamar VIII akan menentukan arah perjalanan IPHI untuk lima tahun mendatang,” kata Ketua SC Dra. Hj. Nurhasanah AJ.
Menurutnya, keputusan tersebut juga akan menentukan kontribusi IPHI terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan.

Mengembalikan Energi Persaudaraan Haji
Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI Mayjen TNI (Pur) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si. mengatakan, organisasi menghadapi tantangan dari dalam dan luar.
Muktamar diharapkan menjadi ruang untuk merespons perubahan tersebut. Terutama dalam memperkuat kontribusi IPHI bagi kesejahteraan umat dan persaudaraan kebangsaan.
“Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi untuk menjawab tantangan luar dan dalam,” kata Ahmad Yani Basuki.
Ia menilai potensi jamaah haji Indonesia sangat besar. Potensi itu dapat menjadi kekuatan moral, sosial, dan ekonomi bagi bangsa. Karena itu, IPHI ke depan perlu memperkuat pembinaan organisasi. Potensi warga haji dan hajjah juga perlu lebih optimal dalam pengabdian masyarakat.
Kemabruran Haji Sepanjang Hayat
Sekjen PP IPHI Dr. H. Abidinsyah Siregar, MBA, MKes mengatakan Muktamar VIII mengusung tema: “Dengan Kemabruran Haji Kita Teguhkan Tekad dan Semangat Pengabdian Terbaik, Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.”
Tema tersebut menegaskan bahwa kemabruran haji tidak berhenti setelah pelaksanaan ibadah haji. Kemabruran juga diharapkan diwujudkan melalui pengabdian di tengah masyarakat.
Semangat Haji Mabrur Sepanjang Hayat menjadi landasan pengabdian tersebut. Warga haji dan hajjah akan terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial.
Kontribusi itu dapat dilakukan melalui berbagai bidang. Di antaranya ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketakwaan, dan penguatan ukhuwah.
Semua itu menjadi bagian dari dakwah bilhal. Yakni dakwah melalui tindakan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Titik Temu Keluarga Besar IPHI
Muktamar VIII akan menjadi titik temu seluruh kekuatan IPHI. Semangat persaudaraan menjadi pijakan untuk mengakhiri berbagai perbedaan. Islah menjadi pesan utama forum tersebut.
Energi organisasi harus mengarah kembali kepada tujuan utama IPHI. Yakni pengabdian, kemaslahatan umat, persaudaraan kebangsaan, dan aktualisasi kemabruran haji sepanjang hayat.
Dengan demikian, Muktamar VIII bukan hanya memilih kepemimpinan baru. Forum ini juga menjadi momentum untuk menata kembali langkah IPHI menghadapi lima tahun mendatang.
(Syahruddin El Fikri/SAJADA.ID)






Komentar