Kesra
Beranda » Berita » Lewat Program Umrah Happy, Tamsy Tour Buka Jalan Produk UMKM Depok Mendunia

Lewat Program Umrah Happy, Tamsy Tour Buka Jalan Produk UMKM Depok Mendunia

SAJADA.ID, DEPOK— Perjalanan umrah tak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga membuka peluang baru bagi produk UMKM Kota Depok menembus pasar dunia.

Peluang itu dibuka Tamsy Tour melalui rencana kolaborasi dengan pelaku UMKM Depok dalam program Umrah Happy.

Produk-produk lokal Depok nantinya berpeluang dibawa dan diperkenalkan kepada jamaah umrah dari berbagai daerah. Bahkan, produk tersebut dapat ikut menemani perjalanan jamaah selama berada di Tanah Suci.

MTQ Nasional XXXI di Semarang Makin Inklusif, Teman Tuli Ikut Tampilkan Tilawah dan Kitabah Al-Qur’an

Direktur Utama Tamsy Tour, Ivan Yunanto, menyampaikan gagasan tersebut saat bertemu para ketua UMKM dari 11 kecamatan se-Kota Depok di Kafe Avenue, Shila Sawangan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Ivan, produk UMKM dapat menjadi bagian dari rangkaian pengalaman jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.

“Bisa dalam bentuk produk yang diberikan kepada jamaah saat keberangkatan maupun kepulangan, serta produk yang dapat dibawa dan dimanfaatkan jamaah selama berada di Tanah Suci,” ujar Ivan.

Dari Gift Jamaah Menuju Etalase Produk Depok

Selama ini, Tamsy Tour telah memberikan perhatian terhadap kenyamanan dan pengalaman jamaah. Salah satunya melalui gift surprise, seperti produk makanan yang diberikan kepada jamaah.

Jurnalis Depok Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang di Selat Sunda

Namun, Ivan mengakui produk yang selama ini digunakan masih berasal dari luar Kota Depok. “Selama ini kami sebenarnya sudah memberikan gift surprise untuk jamaah, salah satunya sambal. Tetapi produk tersebut masih berasal dari luar Depok,” katanya.

Setelah melihat besarnya potensi UMKM Depok, muncul gagasan untuk mengubah pola tersebut.

“Setelah kami melihat potensi UMKM di Depok, kami berpikir kenapa tidak produk UMKM Depok yang kita bawa dan perkenalkan kepada jamaah,” ujar Ivan.

Dukungan Meluas, Sembilan DPC Forkabi Depok Tetap Jagokan Barok Jelang Musda

Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan produk untuk jamaah. Lebih jauh, program itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM Depok untuk mendapatkan pasar baru.

“Jadi ketika mereka pulang dari Tanah Suci, ada cerita lain yang mereka bawa, yakni cerita tentang produk UMKM Indonesia,” tambahnya.

Tiga Kategori Produk

Tamsy Tour akan melakukan proses kurasi sebelum produk UMKM masuk dalam program Umrah Happy. Produk yang dipilih harus memenuhi standar kualitas dan sesuai dengan kebutuhan perjalanan jamaah.

Ada tiga kategori produk yang menjadi prioritas. Pertama, makanan dan minuman kemasan dengan kemasan baik serta memiliki daya simpan panjang.

Wakaf Saham Istiqlal: Inovasi Ekonomi Umat atau Perlu Penguatan Tata Kelola?

Kedua, produk pendukung kebutuhan jamaah selama melaksanakan ibadah umrah. Ketiga, produk nutrisi, kesehatan, dan personal care yang relevan dengan kebutuhan jamaah.

Proses kurasi menjadi penting agar produk yang dibawa memiliki kualitas, keamanan, dan kesiapan produksi yang memadai. Dengan demikian, kesempatan promosi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

Setiap Kecamatan Berpeluang Mengusulkan Produk

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Muhammad Thamrin, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.Menurutnya, kerja sama Tamsy Tour dan UMKM menjadi bentuk nyata pembukaan akses pasar bagi produk lokal Depok.

10 Kebiasaan Manusia yang Membuka Jalan bagi Setan

Produk yang selama ini hanya dikenal di lingkungan sekitar kini berpeluang diperkenalkan kepada jamaah dari berbagai daerah. Bahkan, produk tersebut berpotensi menjadi oleh-oleh sekaligus bagian dari pengalaman perjalanan ibadah.

DKUM Kota Depok, kata Thamrin, siap memfasilitasi proses tersebut. Namun, keputusan mengenai produk yang nantinya terpilih berada di tangan Tamsy Tour melalui mekanisme kurasi. “Tentu ada rasa bangga bagi produk UMKM yang terpilih nantinya,” ujar Thamrin.

Untuk memberikan kesempatan yang lebih merata, setiap kecamatan akan diberi ruang mengusulkan produk. Masing-masing kecamatan dapat mengusulkan satu produk untuk setiap kategori.

Rumah yang Berkah, Awal Kebahagiaan Keluarga

Produk yang masuk selanjutnya akan diseleksi berdasarkan sejumlah aspek. Di antaranya legalitas usaha, kualitas, keamanan, kemasan, daya simpan, kesesuaian dengan kebutuhan jamaah, dan kapasitas produksi.

UMKM: Bukan Sekadar Transaksi, tetapi Branding

Koordinator UMKM Kota Depok, Andi Nur Aminah, menyambut baik peluang tersebut.Menurut perempuan yang akrab disapa Ina itu, kolaborasi tersebut memberikan manfaat lebih besar daripada sekadar transaksi.

“Bagi kami pengusaha UMKM, kesempatan tersebut bukan hanya memberikan potensi transaksi, tetapi juga menjadi sarana branding dan promosi produk lokal Depok kepada pasar yang lebih luas,” ujar Ina.

Menurutnya, kesempatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM memperbaiki standar produk.Mulai dari legalitas, kualitas, kemasan, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah lebih besar.

“Alhamdulillah, ini terobosan yang luar biasa dari Tamsy Tour. Dengan adanya sinergi antara Tamsy Tour dan UMKM Kota Depok, kami berharap semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” katanya.

Umrah Happy, UMKM Depok Go Global

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa promosi produk UMKM tidak selalu harus melalui pameran atau marketplace.

Perjalanan umrah pun dapat menjadi ruang promosi yang strategis. Jamaah dari berbagai daerah dapat mengenal produk Depok secara langsung. Jika produk tersebut memiliki kualitas dan daya saing, peluang pasar tidak berhenti di Indonesia.

Tanah Suci dapat menjadi salah satu titik awal bagi produk UMKM Depok untuk dikenal lebih luas. Karena itu, Umrah Happy bukan hanya tentang membuat perjalanan ibadah menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Program tersebut juga membuka harapan baru agar produk lokal Depok ikut bergerak dari pasar lokal menuju pasar nasional dan internasional. Dari Depok, produknya dibawa jamaah. Kemudian dari jamaah, cerita tentang produk itu dapat menyebar lebih jauh.

(Syahruddin/SAJADA.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *