Pustaka
Beranda » Berita » YSHI dan FAI UMJ Dorong Pendidikan Islam Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

YSHI dan FAI UMJ Dorong Pendidikan Islam Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

SAJADA.ID, JAKARTA – Pendidikan Islam dan wawasan kebangsaan dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, berilmu, dan mampu bersaing di tengah disrupsi teknologi serta dinamika geopolitik global.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Insan Pendidikan Penjaga Masa Depan: Membangun Generasi Berkarakter, Berilmu, dan Berdaya Saing yang digelar Yayasan Sinergi Harmoni Indonesia (YSHI) bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kegiatan berlangsung di Auditorium KH. Mas Mansur, FAI UMJ, Rabu (21/10/2026), dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi untuk membahas tantangan pendidikan dalam menghadapi perubahan global.

Putra Mbah Soerip Meriahkan Malam Puncak HSN 2026 Depok, Hadirkan Dua Lagu

Wakil Rektor I UMJ, Prof. Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep., mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dalam mempersiapkan generasi masa depan.

Ia berharap seminar dan peluncuran buku tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperluas wawasan peserta melalui pemikiran para narasumber.

“Seminar ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperluas wawasan dan menambah pengetahuan melalui pemikiran yang disampaikan oleh para narasumber,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Khusnul Khotimah, Human Capital Special Assignment PT Antam. Ia menilai peluncuran buku tersebut menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan generasi masa depan dan membangun kualitas sumber daya manusia.

Gus Baha: Standardisasi Mushaf Al-Qur’an Penting untuk Menjaga Keasliannya

Ia berharap buku tersebut dapat memperkaya wawasan pembaca sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Seminar menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sedarnawati Yasni, M.Ag., dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) sebagai pembicara kunci.

Dalam paparannya, Sedarnawati menjelaskan persaingan geopolitik dunia yang semakin kompleks. Kondisi tersebut ditandai rivalitas kekuatan besar, perebutan sumber daya dan teknologi, serta perang informasi nonmiliter.

Pertama di Jawa Tengah, Bogasari Mengajar Latih Siswa SMK Muhammadiyah 4 Boyolali

Menurutnya, persaingan global tidak hanya berlangsung melalui kekuatan politik dan ekonomi. Serangan siber serta disinformasi juga menjadi ancaman yang dapat mengganggu kohesi sosial.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan otomatisasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki wawasan luas, kemampuan beradaptasi, karakter kuat, dan daya saing.

Pembahasan kemudian berlanjut melalui sesi materi yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Wakil Dekan II FAI UMJ Dr. Busahdiar, M.A., penulis buku Dr. Ismail, M.Pem.I., dan Rivai A.R. Dani, S.H.

Ketiganya membahas pendidikan Islam, wawasan kebangsaan, serta berbagai upaya mempersiapkan generasi masa depan agar memiliki karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kemampuan menghadapi tantangan global.

Petugas Haji Nonmuslim: Antara Toleransi, Kemanusiaan, dan Batas Syariat

(Syahruddin/sajada.id)

BSya dan Masa Depan Perbankan Syariah: Dari Kemudahan Digital hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *