SAJADA.ID, CIANJUR — Keheningan alam di kaki Gunung Gede, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadirkan ruang terbaik untuk merenungi kebesaran Allah SWT. Di tengah udara yang sejuk, hamparan pepohonan hijau, dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Keluarga Besar Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok (MT Balai Wartawan) menggelar kegiatan Tadabur Alam selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026).
Mengusung tema “Bersama di Alam, Dekatkan Diri kepada Allah, Pererat Ukhuwah dan Bangun Kebersamaan,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rekreasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, memperdalam rasa syukur atas nikmat Allah SWT, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sesama anggota.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah komunitas dan organisasi, di antaranya Komunitas Mural Kota Depok, DPD Forkabi Kota Depok, serta Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kota Depok. Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menjadi simbol bahwa dakwah dan silaturahmi dapat dibangun melalui kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai keislaman.

Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok, Adie Rakasiwi, mengatakan kegiatan Tadabur Alam ini merupakan agenda perdana sejak majelis taklim berdiri sekitar lima tahun lalu. Meski baru pertama kali terlaksana, kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.
“Alhamdulillah, akhirnya cita-cita mengadakan Tadabur Alam dapat terwujud. Semoga ini menjadi awal dari tradisi kebaikan yang terus berlanjut. Kami berharap seluruh pengurus dan anggota tetap istiqamah menjaga kekompakan, mempererat ukhuwah, serta terus bersama-sama menghidupkan dakwah dan kegiatan sosial,” ujarnya.

Adie mengakui masih ada sejumlah anggota yang belum dapat mengikuti kegiatan karena faktor kesehatan maupun kesibukan pekerjaan. Namun ia berharap pada pelaksanaan berikutnya seluruh keluarga besar MT Balai Wartawan dapat berkumpul dan merasakan manfaat kebersamaan tersebut.
Sementara itu, Koordinator Tadabur Alam, Ray Andre, mewakili panitia yang terdiri atas Ray Andre, Daeng, dan Agus, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak peserta lebih dekat kepada Allah SWT melalui tadabur terhadap ciptaan-Nya.
“Alam adalah ayat-ayat Allah yang terbentang. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh peserta semakin mensyukuri nikmat-Nya, memperkuat silaturahmi, serta menjaga persaudaraan. Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus terhadwalkan dengan peserta yang lebih banyak sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menikmati panorama pegunungan yang asri, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas yang membangun keakraban, seperti penampilan seni, pembacaan puisi, diskusi ringan, dan berbagai kreativitas yang sarat pesan tentang rasa syukur, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai amanah dari Allah SWT.
Suasana mencapai puncaknya pada malam muhasabah yang dipandu oleh Ustadz Syahruddin El Fikri. Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, seluruh peserta bersama-sama melakukan introspeksi diri, mengingat berbagai nikmat Allah, memperbanyak istigfar, bertaubat atas segala dosa dan kekhilafan, serta memperbarui tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Muhasabah tersebut menjadi momen yang sangat membekas. Tidak sedikit peserta yang menitikkan air mata ketika menyadari betapa besar kasih sayang Allah SWT dan betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan.

Keesokan paginya, kebersamaan semakin terasa melalui pelaksanaan salat Subuh berjamaah yang berlanjut dengan senam bersama, ramah tamah, serta pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.
Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Koordinator Tadabur Alam, Daeng Tholib, Ray Andre, dan Agus, menyampaikan terima kasih atas support banyak pihak. Seperti para donatur, Sop Durian Margonda, Optik Sejahtera, MT Balai Wartawan Kota Depok, DPD Forkabi Kota Depok, serta IPJI Kota Depok.
Melalui Tadabur Alam ini, pengurus MT Balai Wartawan berharap lahir pribadi-pribadi yang semakin dekat kepada Allah SWT. Selain itu juga. semakin kuat persaudaraannya, serta semakin peduli terhadap sesama.
Sebab hakikat tadabur alam bukan sekadar menikmati indahnya ciptaan Allah, melainkan menghadirkan hati yang semakin tunduk kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan dakwah terus tumbuh serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.
(SFR/sajada.id)






Komentar