SAJADA.ID, SEMARANG— Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi berakhir. Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil meraih gelar juara umum pada MTQ kali ini.
Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI, Syibli Sarjaya, menyampaikan Juara Umum pada malam penutupan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam. Kafilah Kaltim tampil dengan perolehan prestasi yang mengantarkannya ke posisi teratas dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Sementara itu, tuan rumah Jawa Tengah menempati posisi kedua. Selanjutnya, DKI Jakarta, Aceh, dan Jawa Timur melengkapi lima besar klasemen MTQ Nasional XXXI.
Sejumlah kepala daerah tingkat provinsi turut menghadiri malam penutupan. Di antaranya Wakil Gubernur Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Maluku Utara.
Hadir pula Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno yang menerima tongkat estafet sebagai simbol kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXII pada 2027 mendatang.
Diikuti 2.242 Peserta
Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI, Taj Yasin, mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini berlangsung ketat dengan melibatkan 2.242 peserta dari 37 provinsi.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan pada 12 arena yang tersebar di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar dan tertib,” ujar Taj Yasin saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
Tuan rumah Jawa Tengah juga mencatat prestasi tersendiri. Dari 67 kafilah yang dikirimkan, sebanyak 30 peserta berhasil melaju ke babak final.
Semarak Penutupan MTQ
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai keberhasilan MTQ Nasional XXXI tidak hanya terlihat dari penyelenggaraan perlombaan. Antusiasme masyarakat selama rangkaian kegiatan turut menjadi bagian penting dari kesuksesan ajang tersebut.
Tingginya partisipasi masyarakat bahkan disebut mengantarkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI mencatatkan rekor baru di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Malam penutupan berlangsung meriah dengan pertunjukan seni dan budaya Jawa Tengah. Panitia menghadirkan tarian kolosal kuda lumping, barongan khas Blora, hingga koreografi teatrikal yang mengangkat sejarah masuknya Islam di Tanah Jawa.
Penampilan grup musik Letto kemudian menjadi salah satu suguhan yang memeriahkan penghujung acara. Ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian penutupan hingga selesai.
Estafet MTQ Beralih ke Jakarta
Pada penghujung acara, Menteri Agama menyerahkan bendera pataka MTQ kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Penyerahan tersebut menjadi simbol beralihnya estafet penyelenggaraan MTQ Nasional kepada Jakarta yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXII pada 2027.
Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI di Semarang, rangkaian kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional tahun 2026 resmi ditutup. Semangat membaca, memahami, mengamalkan, dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan terus berlanjut setelah seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar