Agama
Beranda » Berita » Filosofi Alfiyah dalam Halal Bihalal Jatman Depok: KH. Fatkhuri Wahmad Tekankan Marwah Organisasi

Filosofi Alfiyah dalam Halal Bihalal Jatman Depok: KH. Fatkhuri Wahmad Tekankan Marwah Organisasi

Oleh Syahruddin El Fikri

SAJADA.ID, DEPOK — Halal Bihalal Jami’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Kota Depok berlangsung dalam suasana hangat penuh ukhuwah dan semangat konsolidasi organisasi pasca-Ramadhan, di Kantor PCNU Kota Depok, Sabtu (11/4/2026),

Hadir dalam kegiatan ini KH. Ahmad Bukhori (Mbah Mad), Ketua PCNU Kota Depok KH. Achmad Solechan, Rais Jatman Depok KH. Rahmat Hidayat, Mudir Jatman Kiai Musfiqin Zuhdi, Sekretaris Ustaz Agus Supriyanto, serta para pengurus lainnya seperti KH. Lukman Nursalim, Ustaz H. Triyono, KH. Fatkhuri Wahmad, KH. Abu Bakar Madris, Buya Karismato lukman (Buya Risto) dan jajaran pengurus Jatman lainnya.

Inilah 10 Keistimewaan Rasulullah ﷺ

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Depok, KH. Achmad Solechan menegaskan pentingnya peran Jatman dalam tubuh Nahdlatul Ulama.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok, Dr. KH. Achmad Solechan

“Jatman ini bukan sekadar organisasi. Ruhnya NU itu ada di Jatman. Kekuatan spiritual, dzikir, dan thariqah terawat dengan baik melalui Jatman,” ungkapnya.

Filosofi Organisasi

KH. Fatkhuri Wahmad dalam tausiyahnya mengajak para pengurus untuk memahami organisasi tidak hanya secara struktural, tetapi juga melalui nilai-nilai ilmu yang dalam, salah satunya melalui kaidah dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik:

رَفْعٌ بِضَمٍّ وَنَصْبٌ بِفَتْحٍ وَجَرٌّ بِكَسْرٍ وَجَزْمٌ بِتَسْكِينٍ

Menurutnya, kaidah ini mengandung filosofi besar dalam membangun organisasi.

Ustadz Syahruddin Ajak Jamaah MT. Balai Wartawan Perbanyak Syukur Atas Nikmat Kemerdekaan

“Organisasi harus memiliki rafa’, yaitu derajat yang terangkat. Dan itu hanya bisa tercapai dengan dhammah—yakni menghimpun dan menyatukan kekuatan.”

KH. Fatkhuri Wahmad (kiri) memberikan tausiyah

Maknanya, marwah organisasi akan naik jika seluruh elemen mampu bersatu, saling merangkul, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kiai Fatkhuri menambahkan, pentingnya organisasi menjadi terbuka.

MT Balai Wartawan Gelar Pengajian dan Perkuat Silaturahim

Nashab dengan fathah mengajarkan kita untuk terbuka. Pengurus harus siap menerima amanah, kritik, dan masukan.”

KH. Abu Bakar Madris (batik) memberikan sambutan.

Dalam organisasi, keterbukaan menjadi kunci agar tetap hidup dan berkembang.

Jar dengan kasrah adalah pelajaran tentang kerendahan hati. Jangan merasa tinggi, tetapi justru harus turun ke bawah, dekat dengan jamaah.”

Sikap tawadhu’ menjadi fondasi agar organisasi tetap membumi dan dicintai umat.

MT Balwan Depok Pererat Silaturahmi dan Bangun Sinergi dengan Imigrasi Depok

“Jazm dengan sukun mengajarkan ketegasan. Ada saatnya kita harus diam, menahan diri, dan ada saatnya harus tegas mengambil keputusan.”

Ketegasan dan kemampuan mengendalikan diri menjadi ciri kepemimpinan yang matang.

Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi bukan hanya soal struktur dan program, tetapi juga soal nilai, adab, dan ruh perjuangan.

Hadits Arbain Nawawi No. 37: Allah Melipatgandakan Pahala Kebaikan

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Ahmad Bukhori (Mbah Mad). Selesai doa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah penuh kehangatan antar pengurus. Momentum ini diharapkan semakin menguatkan Jatman Depok sebagai organisasi yang solid, terbuka, dan bermartabat dalam khidmah kepada umat.

Doa Belajar dan agar Mendapat Ilmu yang Bermanfaat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *