SAJADA.ID — Lantunan talbiyah mengalun syahdu dari para jemaah haji khusus PT Sari Ramada Arafah saat bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/5/2026) malam. Keberangkatan dilakukan dari kantor Sari Ramada Arafah di Jakarta.
Para jemaah dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Rabu dini hari (20/5/2026) menggunakan maskapai Qatar Airways. Rombongan dipimpin langsung Direktur Utama Sari Ramada Arafah, M.A. Wahyudi.

Pada musim haji 1447 H ini, Sari Ramada Arafah bersama konsorsiumnya memberangkatkan 53 jemaah haji khusus beserta tim pembimbing. Tim tersebut akan mendampingi jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Tahun ini, Sari Ramada Arafah mengambil program akhir (akhir musim). Program tersebut memfokuskan jemaah untuk langsung menjalankan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sebelum melaksanakan ziarah ke Makkah dan Madinah.

“Dengan kondisi seperti ini saya berharap jemaah tetap sehat dan kuat saat menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Wahyudi.
Ia juga mengingatkan pentingnya totalitas dalam berhaji. Menurutnya, ibadah haji tidak cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus menghadirkan hati dan pikiran sepenuhnya untuk Allah SWT.
“Diharapkan seluruh tenaga, pikiran, dan hati fokus maksimal berhaji. Jiwa raganya betul-betul berhaji secara totalitas,” tambahnya.
Transformasi
Wahyudi menilai penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum transformasi baru. Sebab, untuk pertama kalinya pengelolaan ibadah haji dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
“Tahun ini merupakan haji transformasi. Ada berbagai perubahan regulasi, tata kelola, peningkatan pelayanan jemaah, hingga transformasi digital,” jelasnya.

Sebelum keberangkatan, Wahyudi kembali mengingatkan dua hal penting dalam ibadah haji, yakni niat ikhlas karena Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
“Insya Allah, itu menjadi syarat diterimanya ibadah dan semoga menjadi haji mabrur,” katanya.
Kontributor: Darmawan
Foto: Darmawan






Komentar