SAJADA.ID, BANDUNG — Majelis Taklim Rumah Berkah Nusantara menggelar kegiatan rihlah ilmiah dan spiritual ke sejumlah destinasi edukasi Islam di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (9/5/2026).
Para jamaah mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias sebagai bagian dari penguatan ukhuwah, silaturahim, serta menambah wawasan keislaman dan pengalaman ibadah.

Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke Syaamil Quran. Di tempat ini, rombongan disambut hangat oleh pihak manajemen dan tim Syaamil Quran.
Dalam suasana penuh keakraban, para jamaah memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, yakni untuk bersilaturahim serta melakukan thalabul ilmi atau menuntut ilmu.

Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi jamaah untuk mengenal lebih dekat proses penerbitan Al-Qur’an yang selama ini banyak tersebar di tengah masyarakat.
Setelah sesi perkenalan, jamaah mengikuti factory visit atau kunjungan pabrik. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung tahapan pembuatan Al-Qur’an, mulai dari proses desain, pencetakan, penjilidan, hingga tahap akhir pengepakan.

Para jamaah tampak antusias menyaksikan bagaimana Al-Qur’an diproduksi dengan ketelitian dan penjagaan kualitas yang sangat ketat.
Tidak sedikit peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa proses penerbitan mushaf Al-Qur’an memerlukan standar tinggi dan pengawasan yang detail agar tetap terjaga kesuciannya.
Ketua rombongan, Ust. H. Syahruddin El Fikri, S.Ag, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sarana pembelajaran dan penguatan ruhiyah jamaah.
“Alhamdulillah, jamaah bisa melihat langsung bagaimana proses Al-Qur’an dicetak dan dijaga kualitasnya. Ini menjadi pengalaman berharga agar kita semakin mencintai Al-Qur’an dan termotivasi untuk membaca, menghafal, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Plaza Haji
Usai dari Syaamil Quran, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Plaza Haji Al Qosbah. Di lokasi ini, jamaah mengikuti kegiatan edukasi manasik haji dan umrah dengan kemasan menarik dan interaktif.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan miniatur Raudhah dan Masjid Nabawi, sehingga jamaah dapat membayangkan suasana di Tanah Suci. Selanjutnya peserta mengikuti simulasi perjalanan ibadah haji dan umrah secara bertahap.
Mulai dari pelaksanaan thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahalul, seluruh rangkaian ibadah melalui praktek langsung. Selain itu, jamaah juga diperkenalkan dengan miniatur Jabal Rahmah, area Mina, serta berbagai lokasi penting lainnya yang biasa dikunjungi jamaah haji.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan, terutama bagi jamaah yang belum pernah berangkat ke Tanah Suci. Dengan adanya simulasi tersebut, peserta merasa lebih memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara lebih nyata.
Panitia rihlah, Siti Fadlilaturrif’ati, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian perjalanan disusun agar jamaah mendapatkan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan.

“Kami berusaha menyusun perjalanan ini bukan hanya sekadar wisata, tetapi juga sarana belajar bersama. Alhamdulillah jamaah sangat menikmati setiap proses perjalanan, mulai dari kunjungan edukasi Al-Qur’an, manasik haji, hingga ibadah di Masjid Al Jabbar,” tuturnya.
Masjid Al Jabbar
Perjalanan berlanjut menuju Masjid Al Jabbar, salah satu masjid termegah dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Di masjid yang memiliki arsitektur megah tersebut, rombongan melaksanakan shalat jama’ qashar sebagai bentuk kemudahan syariat bagi musafir. Suasana khusyuk terasa ketika jamaah menunaikan ibadah di dalam masjid yang memiliki desain modern dengan sentuhan seni Islam yang indah.
Selain beribadah, jamaah juga menikmati panorama dan kemegahan Masjid Al Jabbar yang berdiri megah di kawasan Gedebage, Bandung. Banyak peserta mengabadikan momen bersama sambil menikmati suasana religius dan keindahan arsitektur masjid.

Kuis
Menariknya, suasana kebersamaan tetap terasa hangat saat perjalanan pulang menuju Depok. Materi-materi yang telah disampaikan selama kunjungan, termasuk hafalan Al-Qur’an dan pengetahuan seputar manasik, kembali diuji melalui kuis berhadiah di dalam perjalanan.
Kegiatan kuis tersebut disambut meriah oleh jamaah. Selain menambah semangat, kuis juga menjadi sarana mengingat kembali ilmu yang telah diperoleh sepanjang rihlah berlangsung.
Salah seorang jamaah, Wahdiah Amin, mengaku sangat bahagia mengikuti kegiatan tersebut.

“Masya Allah, perjalanannya sangat berkesan. Kami bukan hanya jalan-jalan, tetapi benar-benar mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kebersamaan yang luar biasa. Apalagi ada kuis berhadiah saat perjalanan pulang, jadi suasananya semakin hidup dan menyenangkan,” ungkapnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju Depok dengan membawa kesan mendalam, tambahan ilmu, serta semangat baru untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan memperbaiki kualitas ibadah.

(SFR/sajada.id)






Komentar