Agama
Beranda » Berita » MT Balai Wartawan Kota Depok Soroti Pentingnya Pendidikan Keluarga untuk Selamatkan Generasi

MT Balai Wartawan Kota Depok Soroti Pentingnya Pendidikan Keluarga untuk Selamatkan Generasi

SAJADA.ID, DEPOK— Keluarga menjadi benteng pertama dalam membentuk akhlak dan karakter anak di tengah derasnya arus perubahan zaman. Karena itu, pendidikan keluarga tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua dan penguatan nilai-nilai agama.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pengajian Rutin Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan Kota Depok bertema “Bangun Kebersamaan, Raih Keberkahan” yang digelar di Balai Wartawan Kota Depok, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi, Penyuluh Agama Islam KUA Pancoran Mas Ustadz Dedi Samsul Bahri, S.H.I., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Depok Fathir Fajar Sidiq, Ph.D. Selain itu juga hadir perwakilan DPD Forkabi Kota Depok, DPP Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), serta anggota MT Balai Wartawan Kota Depok.

Santunan Yatim dan Dhuafa UPZIS NU Cipayung, Tebar Kebaikan dan Raih Keberkahan Muharam

Dalam tausiyahnya, Ustadz Dedi Samsul Bahri menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari meningkatnya angka perceraian hingga melemahnya pengawasan orang tua terhadap anak.

Menurutnya, berbagai fenomena seperti remaja yang masih berkeliaran hingga larut malam, cara berpakaian yang tidak sesuai norma, hingga perilaku menyimpang merupakan peringatan agar orang tua kembali memperkuat pendidikan agama dan akhlak di lingkungan keluarga.

“Rumah adalah madrasah pertama bagi anak. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga wajib mendidik, mengawasi, dan menjadi teladan dalam ibadah maupun akhlak,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali majelis taklim sebagai sarana pembinaan umat. Menurutnya, pengajian tidak hanya menjadi tempat menambah ilmu agama, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat ketahanan keluarga.

Halaqoh Masyayikh Banyuwangi Rekomendasikan Larangan bagi Pesantren Tak Berizin

Sementara itu, Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi mengatakan majelis taklim berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun kepedulian sosial.

Selain pengajian rutin, kata Adie, MT Balai Wartawan Kota Depok telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Camping Ground atau Tadabur Alam di kawasan Cibodas yang melibatkan komunitas mural Kota Depok serta DPD Forkabi Kota Depok.

“Kolaborasi ini menjadi ikhtiar memperluas ukhuwah sekaligus menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Tadabur Alam MT Balai Wartawan Kota Depok: Menguatkan Iman, Muhasabah, dan Ukhuwah Islamiyah

Adie juga mengajak insan pers menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat serta mengangkat berbagai persoalan sosial yang memerlukan perhatian bersama.

Ke depan, MT Balai Wartawan Kota Depok telah menyiapkan sejumlah agenda sosial dan keagamaan, di antaranya program Jumat Berkah serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar pada September mendatang.

Pentingnya Pers

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Depok Fathir Fajar Sidiq berharap seluruh peserta memperoleh keberkahan dari Allah SWT melalui majelis ilmu.

Ia menegaskan pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar menyampaikan informasi secara akurat, edukatif, dan mencerahkan masyarakat.

Istiqamah Mengajar, Meski Murid Tak Banyak: Dawuh KH. Nurul Huda Djazuli yang Menyejukkan Hati

“Pers harus tetap ramah, solid, profesional, dan menjaga netralitas. Senjata wartawan adalah lensa, pena, dan video. Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, pers mampu memberikan pengaruh besar dalam membangun peradaban dan mengubah cara pandang masyarakat,” ujarnya.

Fathir juga menyinggung tantangan global yang dikenal dengan konsep BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible). Menurutnya, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian menuntut masyarakat memiliki fondasi keluarga yang kuat serta kemampuan menyaring informasi dengan bijak.

Ia turut menjelaskan perkembangan sektor pendidikan di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok, katanya, terus mengawal akses pendidikan, termasuk melalui program RSSG dan Beasiswa Manusia Unggulan (MAUNG) yang saat ini masih dalam tahap administrasi dengan sasaran sekitar 200 penerima dari keluarga desil 1 hingga 5.

Makin Profesional, Wawali Dukung Program Keumatan Lazisnu Depok

Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin Pengasuh MT Balai Wartawan Kota Depok, Ustadz Syahruddin El Fikri. Doa dipanjatkan agar majelis taklim terus menjadi ruang pembinaan umat, memperkuat pendidikan keluarga, serta melahirkan generasi berakhlak mulia yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

(Fadila/sajada.id)

Haflah Akhirussanah PKBM Terpadu An-Nur: Meneguhkan Fitrah, Menyongsong Era Digital

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *