SAJADA.ID, DEPOK — Penguatan sumber daya manusia berbasis kaderisasi terus digencarkan. Kali ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Depok (UID) dalam program Beasiswa Kader Penggerak NU (BKPNU), Jumat (1/5/2026) di Kampus UID Al Karimiyah, Sawangan, Depok.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak, sebagai langkah konkret mendorong peningkatan kualitas kader Nahdlatul Ulama melalui jalur pendidikan tinggi, khususnya jenjang pascasarjana (S2).
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, disediakan kuota beasiswa sebanyak 100 kursi, atau senilai Rp. 1 Miliar. Syaratnya adalah kader NU atau mendapatkan rekomendasi dari PCNU Depok.
Rektor UID, Dr. KH. Ahmad Damanhuri, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Mahasiswa yang akan melanjutkan di UID, khususnya program pascasarjana, kami siapkan dengan baik. Ini adalah kepercayaan dari NU kepada kami, dan insya Allah akan kami jaga dan jalankan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia menambahkan, UID saat ini memiliki tiga fakultas berbasis keilmuan Islam, yakni Tarbiyah dan Syariah, serta Ekonomi dan Bisnis Islam, yang siap menjadi pusat pengembangan kader intelektual NU.
“Ini waktunya NU bergerak. Insya Allah NU akan semakin solid dan sukses. Kami juga memiliki cita-cita agar UID terus berkembang, termasuk penambahan fasilitas dan gedung ke depan,” tambahnya optimistis.
Sementara itu, Wakil Rektor II UID, H. Alip Nuryanto, M.Hum, mengungkapkan bahwa minat terhadap program ini cukup tinggi.
“Kader NU minimal mencapai jenjang S2, baik Magister Pendidikan (M.Pd) maupun Magister Hukum (M.Hum). Dari PCNU Depok tersedia sekitar 100 kuota beasiswa, dan saat ini sudah ada sekitar 50 pendaftar,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa secara umum, jumlah pendaftar mahasiswa baru (PMB) di UID telah mencapai sekitar 200 orang, menunjukkan tren positif terhadap kepercayaan masyarakat.

Investasi SDM
Ketua PCNU Depok, Dr. KH. Achmad Solechan, M.Si, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari langkah besar NU dalam membangun kekuatan intelektual kader.
“Investasi SDM adalah investasi yang mahal, tetapi sangat menentukan masa depan. Kita harus melakukan lompatan pendidikan, karena jalan pendidikan adalah yang utama,” tegasnya.
Menurutnya, program BKPNU bukan sekadar beasiswa, tetapi gerakan strategis untuk mempercepat kemajuan organisasi.
“Kita ingin ada percepatan intelektual kader NU, sehingga mampu memberikan wawasan terbaik bagi umat dan masyarakat. Ini juga menjadi meeting point bagi kader saat kuliah, agar terbentuk gerakan yang sistematis dan terarah,” ungkapnya.
Ia pun berharap kerja sama ini membawa keberkahan. “Semoga UID semakin berkembang dan menjadi lembaga pendidikan yang terkemuka. Kita berharap ridha dan keberkahan dari Allah SWT,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rais Syuriah PCNU Depok sekaligus Rais Syuriah Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Indonesia Kota Depok, KH. Jazim Hamidi, Sekretaris PCNU Depok Ust. H. Hakim Muzayyan, Bendahara PCNU Depok H. Saiful, serta jajaran wakil rektor dan dekan di lingkungan UID.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Alech ini juga menyebutkan bahwa nilai program beasiswa BKPNU mencapai sekitar Rp1 miliar, sebagai bentuk keseriusan dalam membangun kualitas kader.
Cenderamata

Selain penandatangan, sebagai simbol sinergi antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat, UMKM Binaan UID memberikan dan menyerahkan cenderamata berupa jaket kepada jajaran pengurus PCNU Depok.
Doa bersama menjadi penutup kegiatan ini sekaligus menandai harapan besar agar program Beasiswa Kader Penggerak NU ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi unggul, berilmu, dan berkhidmat untuk umat serta bangsa.
(Syahruddin)






Komentar