
Kapan Lailatul Qadar Itu? Simak Penjelasan Berikut
.
sajada.id/—Lailatul Qadar adalah kemuliaan karena diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan. Lailatul Qadar diyakini hanya terjadi pada bulan Ramadhan, karena permulaan diturunkannya Al-Quran pada tanggal 17 Ramadhan. Lailatul Qadar itu lebih baik dari 1000 bulan, atau sekitar 83 tahun 4 bulan.
Baca Juga: Nuzulul Quran; Ramadhan Penuh Berkah
Malam kemuliaan atau Lailatul Qadar itu sebagaimana penjelasan dari hadits Nabi Muhammad SAW, beliau memerintahkan untuk mencarinya pada 10 hari terakhir Ramadhan;
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa,” (HR. Bukhari).
Dalam berbagai riwayat diterangkan bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan, yakni 21, 23, 25, 27, dan 29. Dan pada 10 malam terakhir Ramadhan, Rasulullah meningkatkan ibadahnya pada waktu itu.
"Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (HR. Muslim) Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara mengetahui Lailatul Qadar itu? Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menceritakan sebagai berikut:
Baca Juga: Keutamaan Sahur
خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ ليُخْبِرَ بِليلةِ القَدْرِ، فَتَلَاحَى رَجُلاَنِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، فَقَالَ النبيُّ ﷺ: إِنِّيْ خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ القَدْرِ، فتلاحَى فُلَانٌ وَفُلاَنٌ، فَرُفِعَتْ، فَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْرًا لَكُمْ، فَالْتَمِسُوْهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ.
Artinya, “Rasulullah SAW keluar untuk memberitahukan tentang lailatul qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari kalangan Muslimin yang saling mencaci. Maka Rasulullah SAW bersabda: ‘Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya lailatul qadar, namun fulan dan fulan saling mencaci, sehingga kepastian waktunya diangkat (tidak diketahui). Meski demikian, semoga kejadian ini menjadi kebaikan bagi kalian. Maka, carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh, dan kelima (pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan).” (HR al-Bukhari).
Dalam kitab Perukunan Melayu, halaman 43, dijelaskan mengenai Lailatul Qadar tersebut, yakni sebagai berikut: Kata Imam Al Ghazali dan lainnya, bahwasanya telah diketahui Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan itu dengan awal Ramadhan.
Jika awalnya (puasa) itu hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-29,dan jika awal puasa itu hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21,dan jika awalnya puasa itu hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar itu pada malam ke-27,dan jika awal puasa itu pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar itu pada malam ke-25,dan jika awalnya puasa itu pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-23.
Masih dalam kitab tersebut dijelaskan, bahwa Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili berkata: *"sejak awal mula aku baligh (dewasa) hingga sekarang (saat beliau masih hidup), aku tidak pernah lupa akan Lailatul Qadar itu, dan biasanya aku mengamalkannya dengan qasidah untuk memuji Allah dan Rasul-Nya."
Baca Juga: Pada Tiap Malam Tarawih Terdapat Keutamaan
Berdasarkan keterangan di atas, maka Lailatul Qadar dapat diketahui waktu terjadinya berdasarkan awal Ramadhan (puasa). Lailatul Qadar terjadi pada:
– Malam ke-21: Bila awal Ramadhan hari Senin
– Malam ke-23: Bila awal Ramadhan hari Sabtu
– Malam ke-25; Bila awal Ramadhan hari Kamis
– Malam ke-27: Bila awal Ramadhan Hari Selasa/Jumat
– Malam ke-29: Bila awal Ramadhan Hari Ahad/Rabu
Baca Juga: Keutamaan Tarawih
Demikianlah mengenai Lailatul Qadar sebagaimana dijelaskan dalam kitab Perukunan Melayu hlm 43. Mengenai hal ini, Abah Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni) yang juga akrab disapa Guru Ijai, menyatakan, keterangan di atas. Pernyataan beliau dapat disimak dalam video youtube mengenai hal ini. Allahu A’lam.
(syahruddin el fikrisajada.id/)
.
Artikel Terkait:
Allah Haramkan Jasadnya Disentuh Api Neraka Bila Gembira Sambut Ramadhan
Pentingnya Kata Khair Atas Jenazah
Kisah Ulama yang Doanya Tertolak karena Sebutir Kurma
Kelompok yang Mengiringi Jenazah
10 Golongan yang Jasadnya Masih Utuh Hingga Hari Kiamat
Kisah-Kisah Islami dan Inspiratif
Tempat Bersejarah dalam Al-Quran
Cara Membuat Tempat Wudhu yang Baik
Bukan Berdiri atau Jongkok, Begini Posisi Wudhu yang Baik
.





