
Wapres Gibran Dukung Gerakan Nasional Ayo Mondok
Pesantren Harus Melek Teknologi, RMI-PBNU Sambut Positif
sajada.id/, JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Ayo Mondok yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama. Dalam pertemuan dengan pengurus gerakan ini di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/9), Gibran menyampaikan pentingnya pesantren untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan ruh keilmuan Islam.
“Santri sekarang harus melek digital. Tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tapi juga harus bisa coding, menguasai artificial intelligence (AI), dan berbagai keterampilan teknologi,” ujar Gibran, dikutip dari laman resmi Wapres RI.
Wapres juga menyoroti masih banyaknya pesantren yang minim fasilitas. Dari sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia, sebagian besar belum memiliki sarana belajar dan asrama yang memadai. Padahal, orang tua zaman sekarang menaruh perhatian besar pada kenyamanan fasilitas saat memilih tempat pendidikan untuk anak-anak mereka.
“Generasi milenial sekarang bukan hanya melihat kualitas pendidikan agama, tetapi juga lingkungan fisik: asrama, kamar mandi, dapur, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” tambahnya.
Selain itu, Gibran mendukung penuh rencana penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia pada Oktober mendatang. Rakornas diharapkan bisa menjadi forum strategis menyamakan visi pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik dalam bidang agama maupun teknologi.
Sambutan Positif dari RMI dan PBNU
Gerakan Nasional Ayo Mondok lahir sebagai upaya mengangkat kembali citra pesantren, agar masyarakat lebih percaya diri mengirimkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut. Dukungan Wapres Gibran pun disambut gembira oleh para pengurus RMI dan PBNU.
Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), menyatakan dukungan Wapres sejalan dengan visi mereka. “Kami sangat mengapresiasi arahan Wapres. Visi beliau sejalan dengan gerakan kami: santri yang unggul dalam ilmu agama, sekaligus mampu bersaing dengan penguasaan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Gernas Ayo Mondok, KH Luqman Harist Dimyathi, menambahkan bahwa pesantren ke depan harus ramah, bersih, sehat, dan ramah anak. “Kampanye Ayo Mondok bukan hanya mengajak mondok, tapi juga memastikan pesantren benar-benar menjadi tempat yang nyaman, aman, dan sehat untuk tumbuh kembang santri,” katanya.
Tantangan dan Harapan
Meski dukungan pemerintah menjadi angin segar, tantangan masih besar. Infrastruktur pesantren yang belum merata, keterbatasan fasilitas digital, dan kebutuhan peningkatan kualitas manajemen menjadi pekerjaan rumah bersama.
RMI menilai, dengan adanya sinergi antara pemerintah, ormas Islam, dan masyarakat, pesantren akan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Pesantren bukan hanya pusat pengkaderan ulama, tapi juga kawah candradimuka lahirnya generasi bangsa yang siap menghadapi era digital.
Pesantren: Benteng Peradaban Islam
Pesantren telah terbukti menjadi benteng peradaban Islam di Nusantara. Dari sinilah lahir ulama, pejuang, sekaligus tokoh masyarakat yang berperan besar bagi bangsa. Dukungan pemerintah melalui Wapres Gibran memberi harapan baru bahwa pesantren akan semakin kuat, bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Gerakan Ayo Mondok kini bukan sekadar ajakan untuk masuk pesantren, tetapi juga gerakan bersama membangun masa depan umat: santri yang berakhlak mulia, berilmu luas, dan siap menghadapi tantangan global.
(Syahruddinsajada.id/)


