sajada.id/, DEPOK — Menguatkan spiritualitas sekaligus membentuk karakter tangguh sejak dini menjadi fokus utama kegiatan Tahajjud Bersama SD Lazuardi Al Falah. Dalam agenda rutin yang digelar tiga kali setahun ini, siswa tidak hanya dibiasakan mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga dibekali keterampilan hidup yang aplikatif.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 11–12 Desember 2025 tersebut mengusung tema “Tahajjud: A Peaceful Night with Allah” dan diikuti siswa kelas 3 dan 4. Sejak malam hari, peserta menjalani rangkaian ibadah tahajjud, tadarus Al-Qur’an, ratiban, dan tawassul dalam suasana khusyuk dan penuh ketenangan.
Di sela pembinaan spiritual, SAKO Pramuka Ma’arif NU Kota Depok turut mengambil peran melalui scout activity berupa pelatihan keterampilan membuat tandu darurat.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan sikap sigap, kerja sama, dan kepedulian sosial kepada siswa sejak usia dini.
Materi disampaikan langsung oleh Ustadz Iid Ahmad Dimyathi, dengan metode praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta. Anak-anak diajak memahami fungsi tandu serta cara pembuatannya menggunakan alat sederhana.
“Keterampilan membuat tandu bukan sekadar materi kepramukaan, tetapi juga bagian dari edukasi tanggap darurat dan kerja tim. Anak-anak sangat antusias dan mampu mengikuti instruksi dengan baik,” ujar Ustadz Iid.

Pihak sekolah menyambut positif kolaborasi tersebut. Abdul Hakim, Litbang Keagamaan SD Lazuardi Al Falah, menilai bahwa kegiatan Tahajjud Bersama menjadi sarana efektif dalam membentuk keseimbangan antara kekuatan spiritual dan kepekaan sosial siswa.
“Tahajjud bersama ini menjadi ruang muhasabah bagi anak-anak. Mereka belajar bahwa kedekatan dengan Allah adalah pondasi akhlak dan karakter,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi SAKO Pramuka Ma’arif NU dalam penguatan keterampilan siswa. Menurutnya, pelatihan tandu darurat memiliki nilai strategis dalam pendidikan karakter.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Selain melatih keterampilan hidup, kegiatan ini menanamkan keberanian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan morning exercise untuk memulihkan kebugaran fisik peserta setelah semalaman beribadah dan mengikuti aktivitas pembelajaran. Perpaduan antara spiritualitas, ketangkasan, dan kerja sama menjadikan Tahajjud Bersama SD Lazuardi Al Falah sebagai pengalaman edukatif yang berkesan dan bernilai bagi para siswa.(AMHsajada.id/)


