Agama
Beranda » Berita » Pentingnya Menyiapkan Bekal Berhaji

Pentingnya Menyiapkan Bekal Berhaji

SAJADA.ID, DEPOK — Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara walimatussafar putra KH. Muhammad Hamzah, yakni Ust. H. Romdhoni Hamzah, Ahad (19/4/2026). Sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut hadir, memberikan doa dan dukungan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Hamzah menyampaikan pesan mendalam kepada para jamaah calon haji agar memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci.

“Manfaatkan setiap detik di Tanah Suci untuk beribadah. Jangan sampai waktu yang berharga itu justru habis untuk hal-hal yang tidak bernilai,” pesannya.

MUI Kota Depok Bimbing Ratusan Warga Bersyahadat, Dakwah Humanis Jadi Kunci

Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak istighfar, baik istighfar pendek maupun Sayyidul Istighfar, sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah.

“Perbanyak istighfar selama di Tanah Suci, karena itu menjadi kunci dibukanya pintu keberkahan,” ujarnya.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku berkata (kepada mereka), mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10–12)

Gerakan Depok Mengaji: Upaya Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an Siswa SD di Depok

KH. Hamzah juga mengutip hadits Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad)

Mustajab Berdoa

Selain itu, KH. Hamzah mengingatkan agar jamaah memperbanyak doa, karena di Tanah Suci terdapat keistimewaan berkumpulnya waktu mustajab dan tempat mustajab.

“Ada waktu mustajab, dan ada tempat mustajab. Di Tanah Suci ada semua, sementara di Indonesia hanya ada waktu, tidak dengan tempatnya. Maka rugi bila tidak dimaksimalkan,” tegasnya.

Sari Ramada Arafah Gelar Puncak Manasik Haji 1447 H

Ia menjelaskan bahwa waktu-waktu mustajab di antaranya malam 1 Rajab, malam Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban), malam Jumat, serta dua malam hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang Muslim berdoa pada waktu itu, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ust. H. Romdhoni Hamzah memberikan sambutan

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa di Tanah Suci terdapat banyak tempat mustajab sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin, di antaranya di sekitar Ka’bah, Multazam, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, hingga Padang Arafah.

Tantangan Literasi Santri dalam Arti Luas di Era Globalisasi dan Generasi Z

KH. Hamzah juga mengingatkan agar jamaah tidak melupakan saudara dan kerabat dalam doa. “Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Doakan juga keluarga, sahabat, dan kaum Muslimin,” pesannya.

Beliau menyampaikan sabda Rasulullah ﷺ: “Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah mustajab.” (HR. Muslim)

Di akhir pesannya, KH. Hamzah mengajak para jamaah untuk menghadirkan hati saat memenuhi panggilan Allah dengan talbiyah: “Labbaik Allahumma Labbaik.”

NU Depok dan UID Kerja Sama Beasiswa Kader Penggerak NU Senilai Rp. 1 Miliar

Kalimat ini menjadi simbol kesiapan total seorang hamba dalam memenuhi panggilan Ilahi menuju Tanah Suci.

(Syahruddin/sajada.id)

Mengajar Tanpa Komputer, Menginspirasi Dunia: Kisah Guru dari Ghana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *