SAJADA.ID, BOGOR— Konferensi MWCNU Bogor Utara ke-III menetapkan Ustadz Yayan Suryana sebagai Rais Syuriah dan Ustadz Abdul Jalal sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2026–2031.
Keduanya ditetapkan melalui Konfercam yang berlangsung di Majelis Ar-Rohmah, Jalan R.M. Sapeha RT 02/RW 04, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Konfercam dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, pengurus ranting, badan otonom, lembaga NU, serta unsur Forkopimcam Bogor Utara.
Dalam konferensi tersebut, pimpinan sidang yang terdiri atas Ustadz M. Romli, KH. Khotimi Bahri, dan Ustadz Cecep Jamaludin menetapkan lima Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) sebagai peserta yang memiliki hak dalam konferensi.
Dari delapan ranting yang berada di wilayah Bogor Utara, lima ranting telah memenuhi ketentuan sebagai peserta. Sementara tiga ranting lainnya masih dalam proses pembentukan.
Konfercam juga mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) MWCNU Bogor Utara masa khidmat 2021–2026. Dalam laporan tersebut disampaikan sejumlah capaian organisasi, termasuk terbentuknya tiga ranting baru selama periode kepengurusan sebelumnya.
Selanjutnya, konferensi menetapkan lima calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni KH. Eman Sulaeman, Ustadz Yayan Suryana, Ustadz Tajudin, Ustadz Fuad Abdul Wahab, dan Ustadz Jamaludin.
Hasil konferensi kemudian menetapkan Ustadz Yayan Suryana sebagai Rais Syuriah dan Ustadz Abdul Jalal sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bogor Utara untuk masa khidmat 2026–2031.
Ketua Tanfidziyah terpilih, Ustadz Abdul Jalal, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran NU dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin membangun MWCNU Bogor Utara yang semakin solid dalam organisasi, kuat dalam tradisi keilmuan dan keagamaan, aktif dalam pelayanan sosial, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abdul Jalal, tema Konfercam III, “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa,” harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang nyata dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rais Syuriah terpilih, Ustadz Yayan Suryana, menekankan pentingnya sinergi MWCNU Bogor Utara dengan berbagai pihak dalam memperluas khidmat organisasi.
“Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan, nilai, tradisi, dan identitas Nahdlatul Ulama. Sedangkan memperkaya khidmat berarti terus menghadirkan karya dan pelayanan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ungkapnya.
Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dan terus memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin serta masyarakat luas.
Konfercam III MWCNU Bogor Utara menjadi bagian dari konsolidasi organisasi NU di tingkat kecamatan. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pelayanan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Bogor Utara
(Abdul Mun’im Hasan/sajada.id)






Komentar