SAJADA.ID, DEPOK – Ribuan jamaah memadati Lapangan DOS Balai Kota Depok untuk menghadiri pengajian bersama KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar dari Kediri, Jawa Timur, dalam malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan HSN 2026 Kota Depok yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Depok, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, PCNU Kota Depok, Kantor Kementerian Agama Kota Depok, dan Forum Pondok Pesantren Kota Depok.
Ketua Panitia HSN 2026 Kota Depok, KH. Abdurrahman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dan memeriahkan rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan kegiatan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok atas dukungan dan partisipasinya.

Atas nama panitia, KH. Abdurrahman turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan HSN 2026.
Peringatan HSN 2026 Kota Depok mengangkat tema nasional Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Sejumlah kegiatan digelar untuk menyemarakkan momentum tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab santri pada 21 Oktober 2026. Selanjutnya, upacara Hari Santri Nasional dilaksanakan pada 22 Oktober 2026 di Lapangan DOS Balai Kota Depok.
Puncak peringatan berlangsung pada Kamis malam, 5 November 2026, melalui pengajian umum bersama Gus Kautsar. Kehadiran penceramah dari Kediri tersebut disambut antusias ribuan jamaah yang memenuhi lokasi acara.

Acara turut dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah. Hadir pula Wakil Ketua MUI Kota Depok, dan Ketua PCNU Kota Depok KH. Achmad Solechan, bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Selain pengajian, malam puncak HSN juga dimeriahkan penampilan Varid Dwi Wahyu Peristiawan, putra Mbah Soerip. Ia membawakan dua lagu, salah satunya berjudul Aku Bisa Ngaji.
Penampilan tersebut turut menambah semarak acara sekaligus menghadirkan pesan religius melalui seni dan musik.
Melalui rangkaian peringatan HSN 2026, panitia berharap semangat perjuangan santri terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memperkuat persatuan, kebangsaan, dan pembangunan menuju Indonesia Emas.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar