SAJADA.ID, JAKARTA – Travel haji dan umrah Sari Ramada Arafah memanfaatkan BSI International Expo 2026 untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan layanan perjalanan ibadah kepada masyarakat.
Dalam pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 23–25 Oktober 2026, Sari Ramada juga mengedukasi pengunjung tentang umrah mandiri serta menawarkan program wisata ramah Muslim ke sejumlah negara.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, secara resmi membuka BSI International Expo 2026 pada Jumat malam (23/10/2026). Mengusung kampanye Buy Local Go Global, pameran ini menghadirkan lebih dari 400 tenant dari berbagai sektor.
Beragam sektor turut meramaikan kegiatan tersebut. Mulai dari layanan haji dan umrah, fesyen, makanan dan minuman, kecantikan, pendidikan, otomotif, hingga gaya hidup halal. Pameran ini juga menjadi sarana untuk memperluas peluang bisnis dan memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
“Kami optimistis bahwa untuk menuju panggung global membutuhkan komitmen bersama untuk bangga terhadap produk lokal dan menjadi local champion. Inilah yang kami dorong di BSI International Expo 2026 dengan mengajak lebih dari 400 tenant lokal untuk menemukan peluang bisnisnya,” ujar Anggoro.

Beragam Program Haji dan Umrah
Keikutsertaan Sari Ramada Arafah menjadi kesempatan untuk menjangkau calon jemaah dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat. Perusahaan ini ingin memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan pilihan layanan perjalanan ibadah.
“Tujuan Sari Ramada mengikuti pameran ini adalah membuka pasar baru, baik kepada komunitas, grup, kelompok, maupun umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah umrah dan haji,” jelas Direktur Utama Sari Ramada Arafah, H. A. Wahyudi.
Dalam pameran tersebut, Sari Ramada memperkenalkan sejumlah program perjalanan. Di antaranya haji khusus, umrah privat keluarga, umrah akhir tahun, umrah Ramadan, serta layanan umrah mandiri.
Menurut Wahyudi, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai sebelum memilih layanan perjalanan ibadah. Hal ini terutama berkaitan dengan umrah mandiri yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Ia menekankan pentingnya memahami aspek legalitas, pengelolaan perjalanan, dan tanggung jawab penyelenggara. Menurutnya, keterlibatan penyelenggara perjalanan ibadah yang resmi dapat membantu jemaah memahami prosedur dan mengantisipasi berbagai risiko perjalanan.
“Kami di Sari Ramada bisa melayani dan melaksanakan umrah mandiri. Menurut saya, penting agar umrah mandiri dikelola oleh penyelenggara perjalanan haji dan umrah yang resmi, bukan secara perorangan. Dengan begitu, jika ada risiko, terdapat pihak yang bertanggung jawab atas hal-hal yang mungkin terjadi,” tambah Wahyudi.
Kembangkan Wisata Ramah Muslim
Selain layanan haji dan umrah, Sari Ramada Arafah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sesama penyelenggara perjalanan. Salah satu program yang dikembangkan adalah Muslim Tour, yakni wisata ke luar negeri dengan memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim.
Saat ini, program tersebut telah menawarkan perjalanan ke sejumlah destinasi, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong. Layanan ini mengutamakan ketersediaan makanan halal serta pengaturan jadwal perjalanan yang memperhatikan waktu salat.
Wahyudi menilai BSI International Expo 2026 memberikan manfaat lebih dari sekadar promosi produk dan layanan. Pameran ini juga membuka ruang silaturahmi, memperluas jaringan usaha, serta menjadi kesempatan untuk berbagi informasi terbaru dengan masyarakat.
Ia berharap partisipasi dalam kegiatan tersebut dapat memperkenalkan layanan Sari Ramada Arafah kepada lebih banyak calon jemaah. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diharapkan mampu mendorong pengembangan layanan perjalanan ibadah dan wisata ramah Muslim.
Naskah dan foto: Darmawan/sajada.id






Komentar