SAJADA.ID, DEPOK— Bulan Muharam menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan dan kepedulian sosial. Semangat itulah yang diwujudkan UPZIS NU Cipayung melalui kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa bertema “Indahnya Berbagi, Tebar Kebaikan dan Raih Keberkahan di Bulan Muharam.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad (12/7/2026) pukul 15.00 WIB di Sekretariat UPZIS NU Cipayung, Majelis Taklim Al Azkan Niam, Kampung Taman Jaya, Cipayung, Depok.
Acara dihadiri sekitar 30 peserta, yang terdiri atas pengurus UPZIS NU Cipayung, tokoh masyarakat, pengurus DKM Musholla Nurul Iman, para donatur, serta masyarakat sekitar. Kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan tim Hadroh Al Azkan Niam.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dzikir dan tahlil yang dikhususkan untuk mendoakan para ahli kubur dari kalangan donatur dan keluarga besar UPZIS NU Cipayung. Setelah itu, para jamaah bersama-sama melantunkan Maulid Al-Barzanji.

Ketua UPZIS NU Cipayung, Imam Dahuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
“Semoga kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, bahkan akan diganti dengan keberkahan yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT sekaligus Ketua DKM Musholla Nurul Iman, Ustadz Naserih, mengapresiasi kegiatan sosial yang rutin dilakukan oleh UPZIS NU Cipayung. Menurutnya, kepedulian kepada anak yatim merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang harus terus dijaga.

Dalam tausiyahnya, Bendahara UPZIS NU Cipayung, Ustadz Darmin Muzaqi, S.HI, menjelaskan bahwa rezeki yang diberikan Allah SWT dapat datang melalui berbagai jalan.
“Rezeki itu datang dengan tiga cara. Pertama, datang langsung dari Allah SWT melalui berbagai sebab yang tidak disangka-sangka. Kedua, melalui pemberian orang lain. Ketiga, melalui kebiasaan berbagi dan bersedekah kepada sesama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan keutamaan menyantuni anak yatim sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” seraya beliau mengisyaratkan dengan dua jari yang dirapatkan. (HR. Bukhari).

Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang yang memuliakan dan menyantuni anak yatim.
Selain itu, Ustadz Darmin menegaskan bahwa harta yang diinfakkan di jalan Allah tidak akan berkurang. Sebaliknya, harta tersebut akan bertambah, membawa keberkahan, serta menjadi tabungan amal di akhirat kelak.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Imam Dahuri. Para peserta berharap kegiatan santunan ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah setiap tahun, sehingga semakin banyak anak yatim dan kaum dhuafa yang merasakan manfaatnya.
Momentum Muharam diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk memperbanyak amal kebajikan, memperkuat solidaritas sosial, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Syahruddin/Sajada.id.






Komentar