Kesra
Beranda » Berita » Perkuat Ukhuwah, MT. Balwan Gelar Halal Bihalal dan Tadabbur Alam

Perkuat Ukhuwah, MT. Balwan Gelar Halal Bihalal dan Tadabbur Alam

SAJADA.ID, BOGOR — Di tengah dunia jurnalistik yang bergerak cepat, penuh tekanan, dan sering kali menyita ruang batin, ada satu hal yang kerap luput: merawat hati. Para wartawan terbiasa memburu fakta, tetapi jarang punya waktu untuk menata rasa.
Di situlah halalbihalal menemukan maknanya yang paling dalam.

Majelis Taklim Balai Wartawan (MT Balwan) Kota Depok mencoba menjawab kegelisahan itu melalui sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna.

Bertempat di Villa Eldia 2, kawasan Cilember, Cisarua, Puncak, Bogor, Rabu–Kamis (22–23/04/2026), para jurnalis berkumpul bukan untuk meliput, melainkan untuk saling menyapa—dan lebih dari itu, saling memaafkan.

Argentina Puncaki Daftar Negara dengan Trofi Mayor Terbanyak di Dunia

Mengusung tema “Perkuat Silaturahmi, Hidup Jadi Berkah, Rezeki Melimpah”, kegiatan ini terasa seperti oase di tengah rutinitas yang kering.

Tidak ada hiruk-pikuk breaking news, tidak ada tenggat waktu yang menekan. Yang ada hanyalah tawa, doa, dan kehangatan yang perlahan mengembalikan makna kebersamaan.

Ketua MT Balwan Kota Depok, Adie Rakasiwi, tampak memahami betul kebutuhan itu. Dalam sambutannya, ia tidak sekadar membuka acara, tetapi mengajak seluruh jamaah untuk kembali pada hal yang paling mendasar: menjaga silaturahmi.

“Kita ini sering bertemu di lapangan, tetapi belum tentu benar-benar ‘berjumpa’ sebagai saudara. Momentum seperti ini penting untuk merajut kembali kebersamaan,” ujarnya.

MUI Dukung Penegakan Hukum Kasus Dugaan Pencabulan Santri di Pati

Suasana semakin cair ketika sesi doorprize digelar. Namun di balik keceriaan itu, ada pesan yang lebih dalam: kebersamaan tidak selalu harus hadir dalam forum formal. Justru dalam suasana santai, ikatan itu terasa lebih jujur.

Halalbihalal ini juga menjadi pengingat bahwa profesi wartawan bukan sekadar soal kecepatan dan akurasi, tetapi juga tentang menjaga integritas—yang salah satunya lahir dari hati yang bersih.

Berkah

Dalam tausiyahnya, Ustadz Syahruddin El Fikri menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak identik dengan angka atau capaian materi. Ia justru sering tersembunyi dalam kebiasaan kecil yang konsisten.

Kasus Oknum Kiai di Pati Jadi Pengingat Pentingnya Standar Keulamaan

“Keberkahan itu tidak selalu terlihat besar. Kadang hadir dari hal sederhana—tidur tepat waktu, bangun lebih pagi, atau meluangkan waktu untuk ngaji. Kecil, tapi berdampak panjang,” ungkapnya.

Pesan itu terasa relevan bagi para wartawan yang kerap hidup dalam ritme tak menentu. Begadang, berpacu dengan deadline, hingga mengorbankan waktu pribadi sudah menjadi bagian dari keseharian.

Dalam situasi seperti itu, menjaga keseimbangan antara profesi dan spiritualitas menjadi tantangan tersendiri.

Melalui forum ini, MT Balwan seolah ingin mengatakan: di tengah derasnya arus informasi, manusia tetap butuh ruang untuk berhenti, merenung, dan kembali kepada nilai-nilai dasar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tak Kebagian Kursi MRT, Warganet Salut dengan Kesederhanaannya

Acara ini juga bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-27 Kota Depok. Adie Rakasiwi menyampaikan harapan agar kota ini terus berkembang secara merata di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah.

Namun lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini meninggalkan satu pesan yang sulit diabaikan: bahwa keberkahan tidak datang dari seberapa banyak yang kita kejar, tetapi dari seberapa dalam kita menjaga hubungan—dengan sesama, dan dengan Tuhan.

Dan mungkin, di situlah jurnalisme menemukan kembali jiwanya.

Bogasari Latih Guru Kuliner SMKN 3 Kediri, Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan Vokasi

(SFR/sajada.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *