Agama
Beranda » Berita » Menag: Jangan Sepelekan Profesi Marbot, Mereka ‘Mungkin’ Pahalanya Lebih Besar dari Imam dan Muadzin

Menag: Jangan Sepelekan Profesi Marbot, Mereka ‘Mungkin’ Pahalanya Lebih Besar dari Imam dan Muadzin

Menag RI, Nasaruddin Umar (dok.Kemenag)
Menag RI, Nasaruddin Umar (dok.Kemenag)

Menag: Jangan Sepelekan Profesi Marbot, Mereka 'Mungkin' Pahalanya Lebih Besar dari Imam dan Muadzin

sajada.id/, JAKARTA—Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tugas marbot masjid bukanlah pekerjaan remeh. Menurutnya, istilah marbot memiliki kedekatan makna dengan kata rabatha yang berarti mengikat, menyambung, dan menguatkan. Karena itu, marbot dipahami sebagai sosok yang menghubungkan berbagai urusan kemasjidan sekaligus memastikan aktivitas masjid berjalan dengan baik.

“Marbot adalah orang yang menyambungkan, menghubungkan, dan mengingatkan bahwa waktu salat telah tiba. Mereka membersihkan masjid, kadang mengumandangkan azan, bahkan menjadi penghubung komunikasi masjid dengan jamaah,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Menag meminta seluruh pihak menghargai peran marbot yang disebutnya sebagai “artis-artis langit”. “Masjid adalah rumah Allah. Bisa jadi, pahala marbot lebih besar daripada imam dan muazin,” tegasnya di hadapan 249 peserta dari berbagai daerah.

NU Care-LAZISNU Depok Himpun ZIS Rp1,8 Miliar Selama Ramadhan 1447 H

Ia menambahkan bahwa marbot memiliki peran multifungsi. Selain menjaga kebersihan masjid, banyak marbot yang juga menjadi muazin, bahkan imam, ketika dibutuhkan.

“Saya juga marbot Masjid Istiqlal. Kita senasib di sini. Karena itu saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini pertama kalinya ada acara yang mengundang marbot se-Indonesia,” kata Menag.

Menurutnya, keikhlasan marbot dalam mengabdi di rumah Allah patut dibanggakan. Di Arab Saudi, mereka dikenal dengan sebutan Khadimul Haramain, para pelayan dua tanah suci—sebuah gelar penuh kehormatan.

“Semoga materi yang diberikan para narasumber menambah wawasan dan meningkatkan kualitas tata kelola kemasjidan. Saya yakin kegiatan ini memberi energi baru bagi seluruh marbot,” ujarnya.

Merawat Amal Kebaikan Pasca Ramadhan

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Ditjen Bimas Islam dalam meningkatkan kapasitas marbot. Ia menekankan bahwa marbot bukan sekadar penjaga kebersihan masjid, tetapi harus mampu menjadi badal imam atau badal khatib jika diperlukan.


“Karena itu, kompetensi ibadah, bacaan Al-Qur’an, pengetahuan fikih, kemampuan manajerial, hingga kecakapan teknologi masjid harus dimiliki marbot,” terang Arsad.

Kegiatan tersebut diikuti 249 peserta, terdiri atas 47 ASN, 72 aktivis masjid, dan 130 pelajar/mahasiswa. Pada penghujung acara, Menag Nasaruddin Umar menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Sayembara Desain Kaos Quotes Kemasjidan.

Penuh Haru, Jamaah Rumah Berkah Beri Kejutan untuk Ustadz di Acara Santunan Yatim dan Dhuafa

Turut hadir Direktur Jaminan Produk Halal Fuad Nasar, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, sejumlah pejabat eselon III dan IV Ditjen Bimas Islam, serta para marbot dari berbagai wilayah di Indonesia.
(Syahruddinsajada.id/)