Agama
Beranda » Berita » Pentingnya Bersyukur Atas Nikmat Allah yang Tak Terbatas

Pentingnya Bersyukur Atas Nikmat Allah yang Tak Terbatas

Pentingnya Bersyukur Atas Nikmat Allah yang Tak Terbatas

sajada.id/, DEPOK– Hidup manusia tidak akan pernah lepas dari nikmat Allah. Mulai dari nikmat kesehatan, waktu, keluarga, hingga kesempatan beribadah. Semua itu adalah karunia yang kerap kali dilupakan, padahal Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:

“وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ”

Sari Ramada Arafah Siap Beradaptasi dengan Program Umrah Mandiri

Artinya: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18).

Pesan inilah yang menjadi inti tausiyah Ustadz H. Syahruddin El Fikri, jurnalis senior sekaligus Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara, pada pengajian bulanan Majelis Taklim Masjid Al-Mujahidin, Kelurahan Mekarjaya, RT 10 RW 15, Depok Timur, Ahad (24/8/2025).

Ustadz H. Syahruddin El Fikri berfoto bersama jamaah Majelis Taklim dan Pengurus DKM Al Mujahidin.
Ustadz H. Syahruddin El Fikri berfoto bersama jamaah Majelis Taklim dan Pengurus DKM Al Mujahidin.

Dalam ceramahnya, Ustadz Syahruddin mengingatkan bahwa pentingnya syukur karena nikmat Allah begitu banyak dan tak terhitung jumlahnya. “Setiap helaan napas kita adalah nikmat. Setiap detik kehidupan adalah karunia. Maka jika manusia lalai bersyukur, sungguh ia telah mengabaikan sesuatu yang sangat besar nilainya,” ujarnya.

Ust. H. Syahruddin El Fikri
Ust. H. Syahruddin El Fikri

Ia menegaskan, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat dan jalan menuju keridhaan Allah. “Allah berjanji, siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya. Sebaliknya, jika kufur maka azab-Nya sangat pedih,” sambungnya mengutip QS. Ibrahim ayat 7.

Bukber TK Islam Nuurusysyifaa’ Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini


Lebih lanjut, ia memberikan contoh syukur dalam kehidupan sehari-hari. “Bila kita diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah, bukan untuk maksiat. Bila kita diberi rezeki, sisihkan untuk sedekah dan membantu sesama. Bila kita diberi ilmu, jangan disimpan sendiri, tetapi ajarkan dan sebarkan agar bermanfaat,” tuturnya.

Para pengurus DKM Al-Mujahidin dan Ketua RW 015 Mekarjaya serta para ketua RT 01-11.
Para pengurus DKM Al-Mujahidin dan Ketua RW 015 Mekarjaya serta para ketua RT 01-11.

Syukur, lanjutnya, harus diwujudkan dalam tiga hal: lisan, hati, dan perbuatan. “Syukur dengan lisan adalah memuji Allah, dengan hati meyakini semua datang dari-Nya, dan dengan perbuatan adalah menggunakan nikmat untuk taat kepada-Nya,” tegasnya.

Pengajian rutin tersebut turut dihadiri Lurah Mekarjaya, Nelda Wardani. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa bangga terhadap warganya yang istiqamah memupuk amal saleh melalui kegiatan keagamaan. “Saya senang masyarakat Mekarjaya rajin menggelar pengajian. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua,” kata Nelda.

Sari Ramada Arafah Berangkatkan Umroh Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H

Bersama Ust. Arif (kedua kiri) dan Ketua RW 015 Mekarjaya.
Bersama Ust. Arif (kedua kiri) dan Ketua RW 015 Mekarjaya.

Ketua RW 015, Catria Helmi, juga menyampaikan apresiasinya. Ia menilai pengajian bulanan Majelis Taklim Masjid Al-Mujahidin menjadi sarana mempererat silaturahim antarwarga. “Alhamdulillah kegiatan ini membuat warga semakin kompak dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.


Selain itu, hadir pula Ketua RT 010 Firman, Ketua DKM Al-Mujahidin Wawan Kurniawan, Ketua Majelis Taklim RW 010, dan Majelis Taklim RT 010 yang turut mendukung suksesnya acara tersebut.

Acara ditutup dengan doa bersama agar warga Mekarjaya senantiasa diberi kesehatan, keberkahan rezeki, serta keistiqamahan dalam beribadah. (Sdrsajada.id/)

UIN Ar-Raniry Targetkan Perolehan Dana Riset MoRA 2026 Meningkat