Hikmah
Beranda » Berita » Jangan Lelah untuk Berbagi dan Berbuat Baik

Jangan Lelah untuk Berbagi dan Berbuat Baik

Jamaah Rumah Berkah berbagi sembako dengan pedagang di Pantai Carita, Anyer.
Jamaah Rumah Berkah berbagi sembako dengan pedagang di Pantai Carita, Anyer.

Jangan Lelah untuk Berbagi dan Berbuat Baik  

sajada.id/–Berbuat baik adalah perintah agama. Dalam Al-Quran, beberapa kali Allah SWT mengingatkan hamba-hamba-Nya untuk selalu berbuat baik.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wallahu fii aunil abdi maakaanal abdu fii auni akhiihi” (Allah akan membantu hamba-Nya selama hamba tersebut membantu saudaranya).

Istiqamah Mengajar, Meski Murid Tak Banyak: Dawuh KH. Nurul Huda Djazuli yang Menyejukkan Hati

Berdasarkan keterangan tersebut, maka setiap hamba hendaknya selalu berbuat baik dan tak kenal lelah untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Karena sesungguhnya, Allah SWT pasti akan membalas kebaikan yang mereka lakukan.

Dalam Al-Quran surat QS. Al-An‘am [6] : 160, Allah berfirman:

مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَۃِ فَلَہٗ عَشۡرُ اَمۡثَالِہَا ۚ وَ مَنۡ جَآءَ بِالسَّیِّئَۃِ فَلَا یُجۡزٰۤی اِلَّا مِثۡلَہَا وَ ہُمۡ لَا یُظۡلَمُوۡنَ

Man jaa-a bil hasanati falahu ‘asyru amtsaalihaa waman jaa-a bissai-yi-ati falaa yujza ilaa mitslahaa wahum laa yuzhlamuun(a)

Bukan Seberapa Tinggi Kita Berada, tapi Seberapa Kuat Kita Bangkit Setelah Jatuh

"Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)." (QS. Al-An ‘aam: 160)

Jadi, sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan ada hubungannya dengan langit.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “(Man yassara alaa mu’shirin yassarahullah fid dunya wal akhirati). "Siapa yang memudahkan urusan saudaranya akan dimudahkan di dunia dan akhirat." [HR Muslim].

Hijrah dan Perencanaan Matang: Belajar Strategi Perubahan dari Rasulullah SAW


Wajar jika suatu hari Umar bin Khattab menangis setelah shalat Maghrib. Istrinya Ummu Kultsum bertanya, “Apakah gerangan yang membuatmu menangis wahai paduka Amirul Mukminin? Bukankah engkau telah berbuat adil? Rakyatmu satu pun tidak ada yang kelaparan?”

Umar menjawab, “Suatu saat aku akan disidang oleh Allah tentang seekor kuda yang tergelincir di Irak karena sebuah lubang di jalan yang belum aku perbaiki.”

Wallahu a’lam. (Syahruddinsajada.id/)

Antara Umar dan Umur