Al Quran
Beranda » Berita » Ayat-Ayat yang Mengisahkan Perjalanan Isra Mikraj

Ayat-Ayat yang Mengisahkan Perjalanan Isra Mikraj

Perjalanan Isra dan Mikraj dilakukan pada malam hari dengan menempuh waktu 1/3 malam. 
Perjalanan Isra dan Mikraj dilakukan pada malam hari dengan menempuh waktu 1/3 malam.

Ayat-Ayat yang Mengisahkan Perjalanan Isra Mikraj

Oleh Syahruddin El Fikri

sajada.id/—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Peristiwa Isra dan Mikraj diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran pada Surat Al Isra [17] ayat 1, dan An-Najm [53]: 1-18. Surat Al Isra ayat 1 menceritakan tentang peristiwa Isra, sedangkan Surat An-Najm ayat 1-18 menceritakan atau menjelaskan tentang perjalanan Mikraj hingga Rasulullah berjumpa dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Dompet Dhuafa dan Gramedia Sebar 30 Ribu Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara

Berikut ini adalah isi atau bunyi dari ayat-ayat tersebut.

Surat Al Isra’[17] ayat 1.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

Sub-ḫânalladzî asrâ bi‘abdihî lailam minal-masjidil-ḫarâmi ilal-masjidil-aqshalladzî bâraknâ ḫaulahû linuriyahû min âyâtinâ, innahû huwas-samî‘ul-bashîr

“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. Al Isra [17]: 1).

Belum Datangkah Waktunya Hati Kita Tunduk?

Baca Juga: Isra dan MIkraj; Perjalanan Menembus Tiga Alam

Berikut ini adalah Surat An-Najm yang menjelaskan tentang perjalanan Mikraj Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsha hingga menuju Sidratul Muntaha.

Baca Juga:

Astrofisikawan Harvard Buktikan “Jejak” Keberadaan Tuhan Melalui Matematika

Surat Al Kahfi ayat 1-83, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahnya

Surat Al Kahfi ayat 83-110, Berisi Kisah Dzulqarnain, Serta Yakjuj dan Makjuj

Amalkan Zikir Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil


•           وَالنَّجۡمِ اِذَا هَوٰىۙ

Wannajmi izaa hawaa

Perangi Buta Aksara Al-Qur’an, TP PKK Depok Gandeng Mahasiswa UID

1. Demi bintang ketika terbenam,

•           مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوٰى ۚ

Maa dalla saahibukum wa maa ghawaa

2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,

Tarhib Ramadan, Kauny Dorong Budaya Menghafal Al-Qur’an Sepanjang Tahun

•           وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ

Wa maa yyantiqu 'anilhawaaa

3. dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya.

•           اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ

In huwa illaa Wahyuny yuuhaa

Al-Hasan dan Al-Husayn Talaqqi Al-Qur’an kepada Abu Abdirrahman As-Sulami

4. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

•           عَلَّمَهٗ شَدِيۡدُ الۡقُوٰىۙ

'Allamahuu shadiidul quwaa

5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

•           ذُوۡ مِرَّةٍؕ فَاسۡتَوٰىۙ

Zuu mirratin fastawaa

6. yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)

•           وَهُوَ بِالۡاُفُقِ الۡاَعۡلٰى

Wa huwa bil ufuqil a'laa

7. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

•           ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ

Tsumma danaa fatadalla

8. Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,

•           فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ اَوۡ اَدۡنٰى ۚ

Fakaana qooba qawsaini aw adnaa

9. sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).

•           فَاَوۡحٰۤى الٰى عَبۡدِهٖ مَاۤ اَوۡحٰىؕ

Fa awhaaa ilaa 'abdihii maaa awhaa

10. Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.

•     مَا كَذَبَ الۡفُؤَادُ مَا رَاٰى

Maa kazabal fu'aadu maa ra aa

11. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

•           اَفَتُمٰرُوۡنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى

Afatumaaruunahuu 'alaa maayaraa

12. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?

•           وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخۡرٰىۙ

Wa laqad ra aahu nazlatan ukhraa

13. Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

•           عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى

'Inda sidratil muntaha

14. (yaitu) di Sidratul Muntaha,

•           عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ

'Indahaa jannatul maawaa

15. di dekatnya ada surga tempat tinggal,

•           اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰىۙ

Iz yaghshas sidrata maa yaghshaa

16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntah± diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,

•           مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى

Maa zaaghal basaru wa maa taghaa

17. penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

•           لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى

Laqad ra aa min aayaati Rabbihil kubraaa

18. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.

Demikian ayat-ayat yang menceritakan tentang perjalanan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW. Allahu A’lam. (sajada.id/)

Baca Juga:

Surat Al Kahfi ayat 1-30, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahnya

Surat Al Kahfi ayat 31-82 Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahnya

Surat Al Kahfi ayat 83-110, Berisi Kisah Dzulqarnain, Serta Yakjuj dan Makjuj

Keutamaan Surat Al Kahfi

Empat Kisah dalam Surat Al Kahfi

Amalkan Zikir Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil