
Banyak Keutamaan Bersahur
Oleh Syahruddin El Fikri
Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah,
Puasa adalah menahan makan dan minum serta dari hal-hal yang membatalkannya, sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Agar selama menjalankan ibadah puasa bisa lancar, dengan kondisi tubuh (fisik) yang kuat dan tidak lemah, maka sebelum terbit fajar, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur. Tujuannya, agar saat berpuasa tidak mengalami lapar yang teramat sangat selama kurang lebih 14 jam (dari pukul 04.00-18.00).
Makan sahur sangat dianjurkan dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Dan beliau melarang umat Islam meninggalkan makan sahur. Karena, terdapat banyak keutamaan dan manfaat di dalamnya.
Di riwayatkan dari Abu Said al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahur seluruhnya ada berkah, janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya minum seteguk air, karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (Hadis Shahih al-Jami’ as-Shaghir, No 5881).
Dalam bahasa Arab, as-sahur adalah benda makanan dan minuman untuk sahur. Adapun as-suhur adalah perbuatan makan sahur itu sendiri. (An-Nihayah, 2/347).
“Makan sahur adalah barakah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air.” (HR Ahmad, hadis hasan, lihat Shahihul Jami’ish Shaghir, 1/686 no 3683).
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Sahur dapat diperoleh seseorang yang makan dan minum meskipun hanya sedikit.” (Fathul Bari, 4/166).
…Lanjut…
Baca Juga: Keutamaan Tarawih
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda: “Beda antara puasa kami dengan puasa ahli kitab ialah makan sahur.” (HR Muslim dan Abu Dawud).
Karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk senantiasa menyempatkan diri dengan makan sahur, walau hanya seteguk air atau sebiji kurma. Sebab, di dalamnya ada keberkahan bagi orang yang makan sahur.
“Bersahurlah karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhan, At-Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Dari Abdullah bin Al-Harits, ia berkata; “Saya pergi menenui Nabi Saw sedang bersahur, lalu sabdanya “Ia suatu keberkahan yang diberikan Allah kapada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan dia.” (Hadis sahih dalam At-Targhib wat Tarhib, No 1061).
Baca Juga: Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?
Menurut Rasul SAW, sahur itu adalah al-ghidza’ al-Mubarak, sebuah momentum yang penuh dengan keberkahan. “Keberkahan terdapat dalam tiga hal; yakni dalam kebersamaan (jamaah), saat berbuka puasa, dan makan sahur.” (Hadis sahih dalam At-Targhib wa at-Tarhib, No 1057).
Secara khusus, Allah SWT menjanjikan surga bagi orang-orang yang memohon ampunan di waktu sahur. Dalam surah Ali Imran [3] ayat 15-17, Allah berfirman; “Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka, (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.”
…..Lanjut….
Dari keterangan diatas, dapat diambil kesimpulan beberapa keutamaan dan keistimewaan sahur.
Keberkahan dari Allah.
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat berkah.” (Muttafaqun ‘alaih).
Mendapat pujian dan doa dari malaikat
Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahur adalah berkah. Maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad, hadis hasan, lihat Shahihul Jami’ish Shaghir, 1/686 no 3683).
Membedakan puasa dengan ahli kitab
Dari ‘Amr bin Al-‘Ash RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Yang membedakan antara puasa kami (orang-orang muslim) dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim). Al-Imam Sarafuddin Ath-Thiibi RA berkata: “Sahur adalah pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab, karena Allah telah membolehkan kita sesuatu yang Allah haramkan bagi mereka, dan perselisihan kita terhadap ahli kitab dalam masalah ini merupakan nikmat (dari Allah) yang harus disyukuri.” (Syarhuth-Thiibi, 5/1584).
Wallahu A'lam.





