SAJADA.ID, DEPOK–Yayasan Rumah Berkah Nusantara kembali menggelar acara Santunan Yatim dan Dhuafa. Sebanyak 98 yatim dan janda dhuafa mendapatkan berupa uang tunai dan paket sembako.Acara yang digelar pada Ahad (24/4) sore itu dihadiri para pengurus Yayasan Rumah Berkah Nusantara, santri Pondok Al-Qur’an Rumah Berkah, Jamaah Majelis Taklim Rumah Berkah, Pengurus Muslimat NU Anak Ranting RW 15 Rangkapan Jaya Baru, Depok, Ketua RW 15 dan Ketua RT se-Kavling Pelita Air Service, pengurus BKM Nururrahman, dan lainnya.
“Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Yayasan Rumah Berkah, dan kali ini acara Santunan Yatim dan Dhuafa,” ujar Sumarto, Koordinator Divisi Keagamaan Yayasan Rumah Berkah Nusantara.

Sumarto menyebutkan, ada beberapa program yang sudah diagendakan pengurus yayasan secara umum dan kegiatan-kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan secara bertahap sehingga dapat memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam acara santunan ini, ada sekitar 42 anak yatim, baik lingkungan komplek Pelita Air Service maupun eksternal. Sedangkan kalangan dhuafa yang mendapatkan santunan berjumlah sekitar 56 orang, antara lain marbot masjid, guru ngaji, sekuriti, penjual jamu, bakul pecel, janda, dhuafa, dan lainnya.

Salah seorang peserta yang mendapatkan santunan, Indriwati, bakul pecel, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang menitipkan donasinya melalui Yayasan Rumah Berkah Nusantara.
“Terima kasih, semoga berkah untuk semua. Terima kasih bapak dan ibu donatur yang sudah berbagi dan kini sudah kami terima donasinya. semoga berkah,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua RW 15 Haji Riyo. Menurutnya, banyak manfaat yang dirasakan oleh warga lingkungan sekitar dengan keberadaan Yayasan Rumah Berkah Nusantara.
“Kami berharap, upaya Yayasan Rumah Berkah senantiasa mendapatkan Ridha dari Allah SWT, dan apa yang dihajatkan, semoga lekas dikabulkan,” ujar Haji Riyo saat memberikan sambutan.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara, Ustadz Syahruddin menyampaikan pentingnya berbagi kepada sesama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas rezeki dan karunia yang diberikan.
“Saat diberi kekayaan atau rezeki hendaknya senantiasa selalu bersyukur. Jika kita pandai bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat dan karunianya,” ujarnya.
Dan menyantuni anak yatim, tambah Ustadz Syahruddin, merupakan perbuatan baik yang harus ditunaikan. Apalagi balasannya sangat besar yang dijanjikan Rasulullah Saw.

“Saya dan penyantun yatim di dalam surga nanti seperti ini (Rasul Saw memberikan isyarat antara jari telunjuk dan jari tengah). Begitu dekatnya orang-orang yang suka menyantuni anak yatim, membantu dan merawat anak yatim dengan Rasulullah Saw,” terangnya.
Ia pun mengajak jamaah yang hadir untuk senantiasa menolong saudara-saudara sesama yang memerlukan pertolongan.
“Jangan pelit untuk berbagi. Setetes air atau sebutir kurma yang disumbangkan, barangkali hal itu menjadi jalan kemudahan masuk ke dalam surga dan mendapatkan rezeki yang berlimpah,” ajaknya.
Sekretaris Yayasan, Siti Fadlilaturrif’ati menyampaikan, banyak support dari masyarakat dan lembaga atau perusahaan yang membantu terselenggaranya acara Santunan Yatim dan Dhuafa. Di antaranya PT Telkom Indonesia (Persero), Muslimat NU, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga lain seperti kitabisa.com, dan sedekahonline.com.









