Kesra
Beranda » Berita » 200 Balita Ikuti Gebyar Posyandu Bogasari, Edukasi Gizi Jadi Fokus Cegah Stunting

200 Balita Ikuti Gebyar Posyandu Bogasari, Edukasi Gizi Jadi Fokus Cegah Stunting

SAJADA.ID, JAKARTA— Pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan tumbuh kembang. Pemantauan sejak dini dan pemahaman orang tua tentang gizi menjadi bagian penting dalam mencegahnya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Gebyar Posyandu yang digelar PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui Bogasari dan Indofood Nutrition.

Kegiatan berlangsung di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 200 balita dari 28 Posyandu mengikuti kegiatan tersebut.

Garuda Calling FIFA ASEAN Cup 2026, 23 Pemain Siap Bela Indonesia

Gebyar Posyandu menjadi sarana edukasi gizi sekaligus pemantauan tumbuh kembang anak. Orang tua juga mendapat pengetahuan mengenai pola asuh dan kesehatan anak.

“Kami berharap masyarakat semakin aktif datang ke Posyandu. Sehingga kita dapat menekan angka stunting dan orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi,” ujar Yuyun Wahyudi dalam siaran pers, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sudah Berjalan Sejak 2017

Gebyar Posyandu di Kelurahan Lagoa tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Kegiatan mendapat sambutan dari para ibu dan anak-anak.

Muktamar VIII IPHI Jadi Momentum Islah, Satukan Kembali Energi Persaudaraan Haji

Vice President Human Resources Divisi Bogasari Anwar mengatakan, program Gebyar Posyandu telah berjalan sejak 2017.

Program tersebut menjadi bagian dari edukasi pencegahan stunting dan kasus balita Bawah Garis Merah (BGM). Pembinaan Posyandu juga dilakukan melalui sejumlah kegiatan lain.

Di antaranya pelatihan kewirausahaan pengolahan makanan. Bogasari juga mendorong budidaya tanaman hidroponik untuk mendukung kemandirian Posyandu.

Dua Dosen UIN Malang Ungkap Strategi Perempuan Muslim Jawa Timur Menegosiasikan Kesetaraan dalam Rumah Tangga

Edukasi Gizi Lewat Kegiatan Interaktif

Gebyar Posyandu 2026 dikemas melalui berbagai kegiatan. Puluhan ibu mengikuti lomba pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Lomba tersebut menjadi sarana belajar bagi orang tua. Peserta dapat mempraktikkan pengolahan makanan tambahan yang mendukung kebutuhan gizi anak.

Sementara itu, para balita mengikuti Lomba Balita Sehat dan Aktif. Penilaiannya berdasarkan usia, berat badan, dan tinggi badan.

Kegiatan lainnya berupa lomba merangkak dan baby soccer. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari stimulasi tumbuh kembang dan kemampuan motorik anak.

Film Ibadah & Cinta Siap Tayang Perdana, Wali Kota Depok Supian Suri Beri Apresiasi

Orang Tua Perlu Pantau Tumbuh

kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Talk show menghadirkan dokter Achmad Zani Agusfar, Sp.OG., Subsp. Obginsos.

Ia menjelaskan pentingnya perhatian orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemenuhan gizi harus berjalan bersama pola asuh yang tepat.

Orang tua perlu mengetahui kesesuaian tumbuh kembang anak dengan usianya. Pemantauan secara rutin juga membantu menemukan gangguan sejak dini.

Santri Sabilurrahim Cileungsi Jadi Duta Santri, Clairine Raih Medali Emas Tingkat Jabar

“Dengan pemantauan sejak dini, apabila terdapat gangguan tumbuh kembang, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujar dokter Achmad.

Posyandu Jadi Ruang Edukasi Keluarga

Warga RW 05 Kelurahan Lagoa, Ines Hayayunia, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Posyandu membantu orang tua memahami kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Kami sebagai orang tua jadi paham masalah tumbuh kembang anak, terutama untuk mencegah stunting sejak dini,” kata Ines.

MTQ Nasional Buka Ruang Setara bagi Muslim Tuli, Al-Qur’an Isyarat Terus Dikembangkan

Menurutnya, wilayah Lagoa masih memiliki banyak balita. Karena itu, pemahaman orang tua mengenai gizi dan pola asuh sangat penting.

Gebyar Posyandu tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan kesehatan. Forum tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi keluarga.

Dengan keterlibatan Posyandu, tenaga kesehatan, masyarakat, dan dunia usaha, pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan lebih dekat dengan lingkungan keluarga.

(Andi Nur Aminah/sajada.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *