SAJADA.ID, DEPOK — UPZIS NU MWCNU Cinere, Kota Depok terus menggalakkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kali ini, lembaga pengelola zakat tersebut menyalurkan bantuan token listrik bagi 10 warga prasejahtera yang kesulitan memenuhi kebutuhan pembayaran listrik rumah tangga, pada Senin (18/5/2026).
Program bantuan itu menyasar warga kurang mampu pengguna listrik 450 VA. Bantuan tersebut sebagai bentuk ikhtiar membantu masyarakat kecil agar tetap dapat menikmati akses listrik di tengah tekanan ekonomi.
Ketua UPZIS MWCNU Cinere, Buya Marullah, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan pengurus setelah mendengar kisah seorang warga yang harus hidup dalam kondisi gelap akibat terputusnya aliran listrik karena menunggak pembayaran.
“UPZIS MWCNU Cinere terinspirasi dari curahan hati seorang warga yang sedih hidup dalam kondisi gelap-gelapan karena listrik terputus, kata Buya Mariullah. Ia teringat masa kecilnya yang juga pernah mengalami kondisi serupa karena tidak mampu membayar listrik.
Prioritas untuk Warga Prasejahtera
Dari kisah itu, UPZIS MWCNU Cinere kemudian menggagas program bantuan token listrik bagi warga miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah. Para penerima manfaat ini diprioritaskan berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu dengan kondisi ekonomi pas-pasan.
“Bantuan ini kami berikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya pengguna listrik 450 VA,” ujarnya.
Dalam program tersebut, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp200 ribu untuk pembelian token listrik.
“Alhamdulillah, program bantuan listrik PLN UPZIS MWCNU Cinere ini dapat membantu 10 warga dengan masing-masing menerima bantuan Rp200 ribu untuk pembelian token listrik,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Kota Depok, Sodiqul Anwar, mengapresiasi langkah UPZIS MWCNU Cinere yang mampu menghadirkan program kreatif sekaligus menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
“Programnya selalu unik dan jarang terpikirkan oleh UPZIS lain. Yang terpenting, perjuangan untuk membantu kaum delapan asnaf harus terus terlaksana,” ujar Sodiqul.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar