SAJADA.ID, DEPOK — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pers dan sektor pendidikan di Kota Depok. Tokoh pendidikan Depok Haji Acep Azhari, Ketua Dewan Pengawas Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), menegaskan pentingnya peran media.
Menurutnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok berperan penting dalam mengawal kebijakan Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dicanangkan Wali Kota Depok Supian Suri, agar berjalan efektif dan berpihak pada masyarakat.
Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Jiacep, sapaan akrabnya, menilai pers yang profesional, independen, dan berintegritas merupakan fondasi penting dalam mendorong pembangunan pendidikan yang transparan dan berkeadilan.
“Pers bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik, mengawal kebijakan, serta memastikan program pendidikan dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ujar Jiacep, Senin (9/2/2026).
Program RSSG
Ia menjelaskan, program RSSG merupakan terobosan kebijakan yang sangat relevan bagi Kota Depok, mengingat tingginya pertumbuhan penduduk serta kompleksitas sosial ekonomi masyarakat perkotaan. Melalui kemitraan strategis dengan sekolah swasta, RSSG diharapkan dapat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Jiacep, PWI Depok memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Melalui pemberitaan berbasis data, advokasi kebijakan, serta penguatan literasi publik, pers dapat mendorong evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam implementasi RSSG.
Sinergi Pers dan BMPS-FKKS
Lebih lanjut, Jiacep mendorong terbangunnya sinergi antara pers, BMPS, Forum Kepala Sekolah Swasta (FKKS), serta komunitas literasi untuk menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat perkotaan.
“Ekosistem pendidikan yang kuat tidak hanya dibangun melalui sekolah formal, tetapi juga melalui pendidikan nonformal dan komunitas, yang semuanya membutuhkan dukungan informasi yang mencerahkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, HPN 2026 harus menjadi titik konsolidasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Depok untuk menyatukan visi dan langkah bersama.
“Dengan dukungan PWI Depok, program RSSG diharapkan menjadi model kebijakan pendidikan perkotaan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi masa depan, demi terwujudnya generasi Depok yang unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar