Home > Hikmah

Mukjizat Rasulullah Saat Disusui Halimah

Halimah As-Sadiyah mengalami berbagai keajaiban dan kemuliaan saat menyusui dan mengasuh Nabi Muhammad SAW.

Mukjizat Rasulullah Saat Disusui Halimah As-Sa’diyah

Hewan ternak yang dimilikinya mengeluarkan air susu yang banyak, sementara yang lain tidak mendapatkannya walau setetes.

Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah.

Sebagaimana dibahas pada artikel-artikel sebelumnya tentang kemukjizatan yang dimiliki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW), berbagai macam keajaiban telah dialami dan terjadi saat beliau dilahirkan. Bahkan saat disusui oleh Halimah As-Sa’diyah, keajaiban sudah terjadi.

Dalam kitabnya Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam (buku ini telah diterjemahkan dengan judul yang sama dan diterbitkan Republika Penerbit), disebutkan bahwa, ketika lahir, beliau dibawa oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib untuk masuik ke dalam Ka’bah.

Abdul Muththalib lalu berdiri berdoa dan bersyukur kepada Allah atas apa yang telah dianugerahkan kepada dirinya. Abdul Muththalib kemudian menyerahkan kembali Rasulullah SAW kepada ibunya, Aminah. Dan setelah itu, Abdul Muthalib berusaha mencari ibu susu untuk Rasulullah.

Ibnu Hisyam menuturkan: Berkenaan dengan marâdhi' (persusuan), di dalam Kitabullah disebutkan kisah Musa AS, "Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui (nya) sebelum itu." (QS. Al-Qashash: 12). Sewaktu kecil, atau beberapa hari setelah dilahirkan, Nabi Muhammad disusui oleh Halimah As-Sa’diyah, dari Bani Saad.

Nama lengkap Halimah dan nasabnya sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Ishaq, adalah sebagai berikut: “Halimah adalah seorang perempuan dari Bani Sa'd bin Bakr yang bernama lengkap Halimah binti Abu Dzuaib, yang memohon untuk dapat menyusui Muhammad kecil. Abu Dzuaib (ayah Halimah) adalah Abdullah bin Harits bin Syijnah bin Jabir bin Rizam bin Nashirah bin Fushayyah (Qushayyah) bin Nashr bin Sa'd bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin Ikrimah bin Khashafah bin Qais bin Ailan.

Adapun suami dari Halimah, atau ayah susu dari Nabi Muhammad bernama Harits bin Abdul Uzza bin Rifa'ah bin Mallan bin Nashirah bin Fushayyah bin Nashr bin Sa'd bin Bakr bin Hawazin. Sementara Ibnu Hisyam menurutkan, Hilal adalah anak Nashirah.

Ibnu Ishaq menuturkan: Saudara-saudara sesusu Rasulullah ﷺ adalah Abdullah bin Harits, Unaisah binti Harits, Khudzafah (Khudzamah) binti Harits yang nama aslinya adalah Syaima`. Nama itu (Khudzafah) menjadi lebih dominan daripada nama aslinya, sehingga dia tidak dikenal di tengah kaumnya kecuali dengan nama itu.

Adapun kebaikan atau keajaiban-keajaiban yang dialami Halimah saat menjadi Ibu Susu Nabi Muhammad, sebagai berikut ini.

Baca Juga: Cara Mencintai Rasulullah SAW

Halimah binti Abu Dzuaib As-Sa'diyyah, ibu susu Rasulullah SAW yang menyusui beliau menuturkan bahwa dia bersama suaminya keluar dari negerinya sambil membawa seorang anak kecil yang sedang disusuinya bersama wanita-wanita Bani Sa'd bin Bakr untuk mencari bayi susuan.

Halimah menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi di tahun kekeringan dan tidak menyisakan apa pun untuk mereka. “Kami berangkat dengan mengendarai keledai milikku yang berwarna putih dan seekor unta tua, yang demi Allah, tidak lagi mampu mengeluarkan susu setetes pun. Kami semua tidak bisa tidur di malam hari akibat tangisan bayi kami yang lapar, sementara air susuku tidak cukup baginya. Begitu pula unta tua yang kami miliki, juga tidak ada susu padanya yang dapat diberikan kepada bayi kami.”


Namun demikian, kata dia, ia tetap berharap mendapatkan pertolongan dan jalan keluar. “Aku berangkat dengan menunggang keledaiku itu. Sungguh aku terus berkendara sehingga hal itu membuat orang-orang (rombongan kami) semakin susah akibat kelaparan. Kami terus bergerak sampai akhirnya kami tiba di Makkah untuk mencari bayi-bayi susuan,” ungkap Halimah sebagaimana dituliskan Ibnu Ishaq dalam Sirah Nabawiyah.

× Image