Hadits
Beranda » Berita » Hadits Ke Sembilan Arbain Nawawi Ikuti Apa yang Diperintahkan Nabi

Hadits Ke Sembilan Arbain Nawawi Ikuti Apa yang Diperintahkan Nabi

Sahabat sajada.id dan sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah SWT.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) memerintahkan umatnya untuk mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya.

Berikut ini kandungan hadits Arbain Nawawi yang Kesembilan:

Menjaga Ukhuwah dan Persatuan, Pesan Hadits Arbain No 35

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahu anhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits di atas adalah:

1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.

Sawadul A’zham: Jalan Mayoritas di Atas Kebenaran

3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.

4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.

5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.

Ruwahan Akbar PRNU Rangkapan Jaya Baru: KH A. Fakhruddin Murodih Tegaskan Keberuntungan Umat Nabi Muhammad

6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.

7. Wajib mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ta’at dan menempuh jalan keselamtan dan kesuksesan.

8. Al Hafiz berkata: Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.

Tema hadits dan ayat yang terkait:

Makna dari Sya’ban Sebagai Bulan Mulia

1. Patuh kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 59: 7, 8:46

2. Bertakwa sebatas kemampuan: 64: 16.

3. Berdebat yang tak berguna dan bertikai, sumber kehancuran: 40:5.

Nekat Berhubungan Intim di Siang Hari Ramadhan, Lelaki Ini Mengaku Celaka

Demikian kandungan hadits Kesembilan Arbain Nawawi. Semoga bermanfaat.

(Syahruddin El Fikri/sajada.id/Rumah Berkah)

Utrujah: Perbedaan Mukmin dan Munafik Membaca Al-Quran