Pustaka
Beranda » Berita » Dahsyat, Ada Empat Teori Kesehatan dalam Wudhu

Dahsyat, Ada Empat Teori Kesehatan dalam Wudhu

Cover buku Sehat dengan Wudhu. (dokpri)
Cover buku Sehat dengan Wudhu. (dokpri)

Dahsyat, Ada Empat Teori Kesehatan dalam Wudhu

Oleh Syahruddin El Fikri

sajada.id/—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.

Wudhu adalah salah satu perbuatan mulia yang disyariatkan dalam Islam (Al-Ma`idah [5]: 6). Wudhu menjadi salah satu syarat utama diterimanya shalat seorang Muslim. Tujuan disyariatkannya wudhu ini adalah untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Kitab Tajul Arus: Kitab Tasawuf Praktis Jalan Menuju Allah

Dalam Islam, kesehatan merupakan salah satu hal yang paling penting. Sebab, dengan modal kesehatan, maka seorang Muslim dapat bekerja untuk menghidupi dan menafkahi seluruh anggota keluarganya. Dengan sehat pula, seorang Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan lancar.

Baca Juga: Cara Membuat Tempat Wudhu yang Baik

Misalnya, dalam pelaksanaan ibadah haji. Apabila seseorang sakit, maka orang tersebut akan terhalang atau dianggap tidak mampu (istitha’ah) untuk mengerjakan haji. Contohnya, jika orang tersebut dalam keadaan sakit seperti penderita kanker, sakit jantung, darah tinggi, hamil, dan memiliki penyakit risiko tinggi (risti). Orang yang demikian akan terhalang untuk mengerjakan ibadah haji.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup (mampu) mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS Ali Imran [3]: 97).

10 Rahasia Keutamaan Selalu Menjaga Wudhu

Mampu atau istitha’ah ini tidak hanya menyangkut harta, tapi juga fisik (kesehatan). Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga dan memelihara kesehatannya agar dirinya mudah melaksanakan kewajibannya dalam beribadah kepada Allah, termasuk menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni berhaji ke Baitullah.

Baca Juga: Bukan Berdiri atau Jongkok, Begini Posisi Wudhu yang Baik

Sebagaimana dijelaskan di atas, wudhu memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah gangguan berbagai penyakit. Jarang orang membayangkan pentingnya wudhu bagi kesehatan seseorang.

Kebaikan! Lakukan Sekarang Jangan Ditunda

Hebatnya, wudhu mampu menggabungkan empat teori kesehatan. Yakni, Akupunktur, refleksiologi, Emotional Freedom Technique (EFT), dan Spiritual Emotional Freedem Technique (SEFT).


Akupunktur

Ribuan tahun lalu, dunia ilmu kedokteran Tiongkok, telah mengenal istilah akupunktur (tusuk jarum). Akupunktur adalah salah satu terapi kesehatan, pengobatan dan pencegahan berbagai macam penyakit.

Seiring dengan perkembangan zaman dan waktu, ilmu akupunktur menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk sejumlah negara Muslim.

Berdasarkan hasil penelitian, teknik-teknik akupunktur yang diterapkan pada manusia, akan mampu mencegah ratusan penyakit yang ada di dalam tubuh.

Dari Ketua Umum PBNU Hingga Mantan Menag Hadiri IBF 2023

Baca Juga: 10 Keutamaan Wudhu

Tehnik akupunktur adalah suatu cara pengobatan dengan menusukkan jarum pada titik-titik syaraf atau meridian tubuh manusia. Cara ini, —langsung atau tidak langsung— tujuannya adalah untuk menetralisir peredaraan darah agar menjadi lancar dan stabil. Sehingga orang yang menderita suatu penyakit akan bisa disembuhkan (insya Allah dengan pertolongan Allah SWT).

Titik-titik akupunktur yang dikembangkan di Tiongkok, jumlahnya mencapai ribuan titik. Ada yang mengatakan, titik-titik meridian akupunktur itu mencapai 4.000-5.000 titik. Titik-titik itu, terletak mulai dari kepala sampai kaki.

Pengen Sehat? Yuk Amalkan Ajaran Islam yang Satu Ini

Banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan teknik akupunktur. Misalnya, sakit kepala, kanker, jantung, sakit gigi, sariawan, gangguan pendengaran, telinga, hidung, pilek, flu, asma, sakit pinggang, leher kaku, rematik, asam urat, darah tinggi, susah kencing, kencing manis, dan lambung.

Saking banyaknya titik-titik syaraf yang harus ditusuk itu, maka tidak mudah untuk menguasai teknik-teknik akupunktur tersebut. Bahkan, Dr Magomedov, asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan State Medical Academy dan seorang pakar akupunktur menyatakan, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina itu dengan tuntas, paling tidak dibutuhkan waktu hingga 1.520 tahun. Bandingkan dengan praktik wudhu yang sangat simple (mudah) dan sederhana.

Refleksiologi

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, selain akupunktur, dunia kesehatan juga mengenal istilah refleksiologi, yaitu suatu cara penyembuhan dengan menekan titik-titik syaraf tertentu di bagian anggota tubuh tertentu (terutama kaki dan tangan).

483 Wartawan di Jawa Barat Dinyatakan Sangat Kompeten

Menurut Kus D Hadiprayitno, dalam bukunya Refleksiologi, titik refleksi pada bagian tangan dan kaki itu mencapai 67 buah. Dan titik-titik itu memiliki saluran langsung dengan berbagai organ tubuh manusia, seperti hati, jantung, leher, kepala, ginjal, kencing, saluran pernafasan, dan lain sebagainya. Dengan menekan titik-titik syaraf tersebut, maka orang yang menderita jenis penyakit tertentu, hanya ditekan pada titik-titik syaraf yang berhubungan dengan jenis penyakit yang diderita.

Adapun jenis-jenis penyakit yang sangat mungkin disembuhkan dengan teknik refleksi antara lain; ginjal, hati (liver), sakit kepala, kanker, jantung, sakit gigi, sariawan, gangguan pendengaran, telinga, hidung, pilek, flu, asma, sakit pinggang, leher kaku, rematik, asam urat, darah tinggi, susah kencing, kencing manis, dan lambung.


EFT (Emotional Freedom Technique)

Tak hanya akupunktur dan refleksiologi, dunia kedokteran kemudian mengembangkan dan memodifikasi teknik-teknik kedua teori kesehatan di atas.

Pada tahun 1997, dokter Gary Craig yang tinggal di Inggris melakukan modifikasi teknik akupunktur yang jumlahnya mencapai ribuan itu menjadi 18 titik. Ke-18 titik itu terletak di kepala, alis, bawah mata, bawah hidung, dagu, tulang dada kiri dan kanan, titik di bawah payudara, dan di bagian tangan dan jari. Ia menyebut teori modifikasi akupunktur ini dengan nama Emotional Freedom Technique (EFT).

Bila teknik akupunktur menggunakan teknik tusuk jarum dan refleksiologi dengan cara menekan jari atau alat tertentu pada titik syaraf, tehnik EFT ini menggunakan teori tapping (ketok). Caranya adalah menggetokdengan menggunakan jari pada titik-titik syaraf tertentu untuk mengaktifkan energi meridian yang ada di tubuh. Teknik ini bertujuan menghilangkan berbagai jenis penyakit, Terutama yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, seperti trauma dan alergi.

Baca Juga: A to Z Masalah Wudhu

Gary Craig dalam bukunya yang berjudul ‘’The Effect of EFT on Long-term Psychological Symptons” menjelaskan, EFT adalah psikoterapi alternatif untuk meningkatkan energi tubuh dengan cara ketok (tapping) di titik-titik syaraf tertentu. Teori ini dikembangkan dari teknik akupunktur. Hanya saja, jumlahnya lebih mudah dibandingkan dengan teknik akupunktur maupun refleksiologi.

SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Tak berlangsung lama, teori EFT yang digagas oleh Gray Craig, kini telah dikembangkan dan dimodifikasi lagi oleh Ahmad Faiz Zainuddin, alumnus Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Tak jauh berbeda dengan tehnik EFT, Ahmad Faiz Zainuddin berusaha memadukan teori terapi EFT ini dengan memasukkan nilai-nilai spiritual Islam, yakni doa. Karenanya, ia menamakan teknik modifikasinya itu dengan nama Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Cara yang digunakan untuk penyembuhan atau terapi ini, sama dengan tehnik EFT, yakni ketok (tapping).

Berbeda dengan EFT yang menetapkan 18 titik energi tubuh, SEFT yang dikembangkan Ahmad Faiz Zainuddin dalam SEFT ini hanya berjumlah 14 titik.

Ke-14 titik itu adalah Neuro Linguistic Programming (NLP), Behavior Therapy, Psychoanalysis, Logotherapy, Eye Movement Desensitization Reprocessing (EMDR), Sedona Method, Ericksonian Hypnosis, Suggesty and Affirmation, Visualization, Provocative Therapy, Transcendental Relaxation and Meditation, Gestalt Therapy, Energi Therapy, dan Powerfull Prayer (doa).

Baca Juga: A to Z Masalah Wudhu

Adapun doa atau kalimat Thayyibah yang dimasukkan Ahmad Faiz Zainuddin dalam teori SEFT ini, biasanya berkaitan dengan penyakit yang diderita. Misalnya sakit mata. “Ya Allah, kendati mataku sakit, aku ikhlas, aku pasrah, aku ikhlas aku pasrah, aku ikhlas aku pasrah.”

Sambil mengucapkan kalimat atau doa tersebut, si penderita atau dengan bantuan orang lain, harus terus menerus mengetok titik-titik yang telah ditentukan. Yakni, di kepala, di antara alis mata, di bawah kedua mata, di bawah hidung, di bawah bibir (sedikit di atas dagu), tulang di kiri atau kanan di bawah leher, titik di bawah payudara, lalu pada masing-masing jari tangan bagian luar, kemudian di telapak tangan di dekat jari kelingking, dan ditutup dengan mengetok bagian telapak tangan bagian luar (juga di dekat jari kelingking).

Adapun jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan teknik SEFT antara lain asma, tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, termasuk penyakit kejiwaan, seperti trauma, alergi, gangguan emosional, mudah marah, serta menghentikan kebiasaan merokok.

Faiz mengemukakan, SEFT merupakan pengembangan dari ilmu terapi psikologi yang ditemukan oleh Gary Craig. Craig adalah seorang insinyur lulusan `Stanford University` di AS yang mendalami pengobatan dengan psikoterapis. “Peletak dasar ilmu ini adalah Dr John Diamond yang merupakan pendiri `The Royal College of Psychiatrists`. Dr John Diamond merupakan pioner yang mempraktikkan psikoterapi dengan berpijak pada hubungan sistem energi tubuh dengan gangguan psikologis,” katanya sebagaimana dikutip situs nuansaonline.net.


Ilmu itu kemudian dikembangkan oleh Roger J. Callahan, PhD yang memperkenalkan terapi dengan sentuhan (Tought Field Therapy/TFT). Ilmu itu sebenarnya tidak berbeda dengan acupuncture dan acupressure, namun pada TFT dan EFT yang diobati adalah aspek kejiwaan.

Dikatakannya, karena cara TFT itu sangat rumit bagi orang awam, maka untuk menguasainya butuh waktu sangat lama dan tidak murah. Akhirnya, Gary Craig, seorang murid Callahan mencari metode sederhana, yang kemudian melahirkan EFT.

“Saya kemudian mengembangkan EFT lagi, yakni menggambungkan dengan aspek spiritual dan ternyata memiliki kekuatan lebih besar lagi untuk proses penyembuhan,” katanya. Faiz sendiri belajar EFT dari Steve Wells, seorang pakar EFT dari Australia dan mendalaminya lagi lewat video dari penggagas EFT, Gary Craig.

Selengkapnya mengenai pembahasan wudhu yang menggabungkan empat teori kesehatan ini dibahas dalam karya penulis yang berjudul Sehat dengan Wudhu. (sajada.id/)

Artikel Terkait:

Cara Membuat Tempat Wudhu yang Baik

10 Keutamaan Wudhu

Bukan Berdiri atau Jongkok, Begini Posisi Wudhu yang Baik

A to Z Masalah Wudhu