Al Quran
Beranda » Berita » Al-Quran sebagai Pusaka Abadi

Al-Quran sebagai Pusaka Abadi

Al-Qur’an sebagai Pusaka Abadi

Rasulullah SAW mengecam umatnya yang meninggalkan Al-Quran.

sajada.id/, Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, pembeda antara yang hak dan batil, serta sebagai penyembuh bagi penyakit hati dan jasmani. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan akan terus berlaku hingga hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman:

Resmi Ditutup, Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Namun, sungguh ironis, banyak di antara umat Islam yang mengaku mencintai Al-Qur’an, namun lalai terhadapnya. Mereka tidak membaca, tidak memahami, dan tidak mengamalkannya. Bahkan, ada yang tidak menyentuh mushaf Al-Qur’an selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Tahukah kita bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengeluhkan umatnya kepada Allah karena meninggalkan Al-Qur’an?

MTQ Nasional Buka Ruang Setara bagi Muslim Tuli, Al-Qur’an Isyarat Terus Dikembangkan

Simak firman Allah dalam QS. Al-Furqan ayat 30:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَـٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورا

“Berkatalah Rasul, ‘Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang diabaikan.’” (QS. Al-Furqan: 30)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan bahwa yang dimaksud “mahjura” (ditinggalkan) itu mencakup:

MTQ Nasional XXXI di Semarang Makin Inklusif, Teman Tuli Ikut Tampilkan Tilawah dan Kitabah Al-Qur’an

1. Tidak membacanya.

2. Tidak mentadabburinya.

3. Tidak mengamalkannya.

4. Tidak menjadikannya hukum dalam kehidupan.

Belajar Kehidupan dari Unta, Hewan yang Diabadikan Allah dalam Al-Qur’an

5. Tidak menjadikannya sebagai pedoman dan referensi.


Bentuk-Bentuk Meninggalkan Al-Qur’an

Para ulama menjelaskan, meninggalkan Al-Qur’an bisa dalam berbagai bentuk:

Semaan dan Khotmil Al-Qur’an Jadi Momentum Menghidupkan Cahaya Wahyu dan Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat

1. Tidak membaca atau sangat jarang membacanya.

2. Membacanya tanpa memahami isinya.

3. Tidak mengamalkan kandungannya.

Gerakan Depok Mengaji: Upaya Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an Siswa SD di Depok

4. Tidak menjadikannya pedoman hidup.

5. Mengabaikan hukum-hukumnya dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan menghinakan kaum yang lainnya karena mengabaikannya.: (HR. Muslim no. 817)

Akibat Meninggalkan Al-Qur’an

Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya dosa besar, tetapi juga mendatangkan kehinaan dan bencana dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا ۖ وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan bangkitkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

Ibnu Abbas menafsirkan “hidup sempit” itu bukan soal harta saja, tapi hatinya sempit, jiwanya gelisah, hidupnya tak tenang, dan masa depannya penuh ketakutan.


Keutamaan Menjalin Hubungan dengan Al-Qur’an

Mari kita bandingkan: orang yang menjalin hubungan erat dengan Al-Qur’an akan merasakan cahaya dalam hidupnya. Mereka menjadi pribadi yang tenang, kuat, sabar, dan penuh hikmah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Bahkan kelak di akhirat, Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat:

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Dan dikatakan kepada orang yang akrab dengan Al-Qur’an:

“Bacalah, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia, karena kedudukanmu akan berada pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Abu Dawud)


Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

"Barangsiapa yang ingin berbicara kepada Allah, maka hendaklah ia shalat. Dan barangsiapa ingin Allah berbicara kepadanya, maka bacalah Al-Qur’an."

(Syahruddinsajada.id/)