Al Quran
Beranda » Berita » Al-Quran sebagai Pusaka Abadi

Al-Quran sebagai Pusaka Abadi

Al-Qur’an sebagai Pusaka Abadi

Rasulullah SAW mengecam umatnya yang meninggalkan Al-Quran.

sajada.id/, Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, pembeda antara yang hak dan batil, serta sebagai penyembuh bagi penyakit hati dan jasmani. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan akan terus berlaku hingga hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman:

Astrofisikawan Harvard Buktikan “Jejak” Keberadaan Tuhan Melalui Matematika

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Namun, sungguh ironis, banyak di antara umat Islam yang mengaku mencintai Al-Qur’an, namun lalai terhadapnya. Mereka tidak membaca, tidak memahami, dan tidak mengamalkannya. Bahkan, ada yang tidak menyentuh mushaf Al-Qur’an selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Tahukah kita bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengeluhkan umatnya kepada Allah karena meninggalkan Al-Qur’an?

Perangi Buta Aksara Al-Qur’an, TP PKK Depok Gandeng Mahasiswa UID

Simak firman Allah dalam QS. Al-Furqan ayat 30:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَـٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورا

“Berkatalah Rasul, ‘Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang diabaikan.’” (QS. Al-Furqan: 30)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan bahwa yang dimaksud “mahjura” (ditinggalkan) itu mencakup:

Tarhib Ramadan, Kauny Dorong Budaya Menghafal Al-Qur’an Sepanjang Tahun

1. Tidak membacanya.

2. Tidak mentadabburinya.

3. Tidak mengamalkannya.

4. Tidak menjadikannya hukum dalam kehidupan.

Al-Hasan dan Al-Husayn Talaqqi Al-Qur’an kepada Abu Abdirrahman As-Sulami

5. Tidak menjadikannya sebagai pedoman dan referensi.


Bentuk-Bentuk Meninggalkan Al-Qur’an

Para ulama menjelaskan, meninggalkan Al-Qur’an bisa dalam berbagai bentuk:

Tujuh Keutamaan Membaca Al-Qur’an

1. Tidak membaca atau sangat jarang membacanya.

2. Membacanya tanpa memahami isinya.

3. Tidak mengamalkan kandungannya.

Peristiwa Besar dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

4. Tidak menjadikannya pedoman hidup.

5. Mengabaikan hukum-hukumnya dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan menghinakan kaum yang lainnya karena mengabaikannya.: (HR. Muslim no. 817)

Akibat Meninggalkan Al-Qur’an

Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya dosa besar, tetapi juga mendatangkan kehinaan dan bencana dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا ۖ وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan bangkitkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

Ibnu Abbas menafsirkan “hidup sempit” itu bukan soal harta saja, tapi hatinya sempit, jiwanya gelisah, hidupnya tak tenang, dan masa depannya penuh ketakutan.


Keutamaan Menjalin Hubungan dengan Al-Qur’an

Mari kita bandingkan: orang yang menjalin hubungan erat dengan Al-Qur’an akan merasakan cahaya dalam hidupnya. Mereka menjadi pribadi yang tenang, kuat, sabar, dan penuh hikmah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Bahkan kelak di akhirat, Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat:

Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Dan dikatakan kepada orang yang akrab dengan Al-Qur’an:

“Bacalah, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia, karena kedudukanmu akan berada pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Abu Dawud)


Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

"Barangsiapa yang ingin berbicara kepada Allah, maka hendaklah ia shalat. Dan barangsiapa ingin Allah berbicara kepadanya, maka bacalah Al-Qur’an."

(Syahruddinsajada.id/)