SAJADA.ID, DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan menghentikan sementara seluruh kegiatan Program Wisata Keberagaman yang belum terllaksana.
Kebijakan tersebut sebagai langkah evaluasi menyeluruh menyusul musibah yang menimpa salah seorang peserta. Selain itu juga untuk memastikan pelaksanaan program ke depan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat.
Dikutip dari berita.depok.go.id, keputusan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, pada Ahad (5/7/2026). Menurutnya, penghentian sementara berdasarkan hasil pembahasan bersama dan arahan langsung Wali Kota Depok, Supian Suri.
“Terkait kegiatan Wisata Keberagaman ini, berdasarkan diskusi kami semalam dan kami sudah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota Depok, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok untuk sementara kita tunda dulu kegiatan Wisata Keberagaman, baik yang belum berangkat,” ujar Chandra.
Ia menegaskan, penundaan tersebut bukan berarti program batal total. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan seluruh tahapan pelaksanaan ada evaluasi
“Kita akan lakukan evaluasi terhadap kegiatan ini dari berbagai aspek, terutama dari aspek keamanan,” katanya.
Evaluasi
Selain mengevaluasi aspek keamanan, Pemkot Depok juga akan menelaah mekanisme penyelenggaraan kegiatan, mulai dari proses persiapan, pendampingan peserta, mitigasi risiko, hingga standar operasional penanganan kondisi darurat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan program sebelum pelaksanaan secara menyeluruh.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangguluang Mansyur, Chandra turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga peserta yang meninggal dunia.
“Kami mewakili Bapak Wali Kota Depok dan Pemerintah Kota Depok menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi almarhumah dan ketabahan kepada keluarga,” ucapnya.
Program Wisata Keberagaman merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok yang lahir dari komitmen kampanye Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah pada Pilkada 2024.
Program ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengunjungi berbagai daerah dan destinasi yang mencerminkan keberagaman budaya, agama, sejarah, serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tujuannya sbagai upaya memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kohesi sosial.
Anggaran Rp 25 Juta
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 juta untuk setiap RW. Dana tersebut untuk mendukung pelaksanaan Program Wisata Keberagaman sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan yang memperkuat wawasan kebangsaan dan kerukunan antarwarga.
Kota Depok sendiri memiliki 11 kecamatan, 63 kelurahan, dan 921 RW. Dengan cakupan program yang menjangkau seluruh RW, evaluasi menyeluruh sangat penting agar pelaksanaannya tetap memenuhi prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta mengutamakan keselamatan peserta.
Pemkot Depok berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi momentum penyempurnaan Program Wisata Keberagaman sehingga tujuan mempererat persatuan, membangun semangat kebhinekaan, dan memperkuat harmoni sosial tetap dapat terwujud dengan standar keamanan yang lebih baik.
Dengan demikian, program yang menjadi salah satu janji kepada masyarakat tersebut dapat terus memberikan manfaat tanpa mengesampingkan keselamatan setiap peserta.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar