Oleh Syahruddin El Fikri
SAJADA.ID, DEPOK — Penguatan karakter dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal yang digelar Keluarga Besar Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Kota Depok di kediaman pembinanya, H. Acep Azhari, Rabu (15/04/2026).
Ketua IIBF Kota Depok Galih Pandekar, serta para pengusaha dari 11 kecamatan se-Kota Depok, gadir dalam kegiatan ini. Suasana berlangsung hangat, penuh keakraban, bahkan diselingi berbagai games yang mempererat kebersamaan.
Ketua IIBF Depok, Galih Pandekar menegaskan bahwa IIBF tidak sekadar menjadi wadah berkumpul para pelaku usaha, tetapi lebih dari itu, berperan dalam membentuk kualitas dan karakter pengusahanya.

“Selain mempererat silaturahim, kita ingin ada penguatan kualitas pengusaha di Kota Depok. Banyak bisnis yang bagus, tapi kita masih kekurangan pengusaha yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran utama IIBF adalah membina para pengusaha agar memiliki kapasitas dan integritas yang tinggi.
“Tugas dan peran IIBF adalah membina para pengusaha menjadi pengusaha berkaliber dan berkualitas tinggi,” tegasnya.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring antar pengusaha, khususnya dalam menghadapi turbulensi ekonomi global.
“Kita berharap terbentuk jejaring pengusaha yang kuat. Dengan pengusaha yang berkualitas, insya Allah bisnis akan mampu bertahan di tengah tantangan,” jelasnya.
Menurut Galih, saat ini anggota IIBF Kota Depok berjumlah sekitar 80 pengusaha, dengan dominasi di sektor jasa. Ia berharap melalui forum seperti ini, para anggota dapat terus saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi.
“Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini memperkuat silaturahim dan jejaring, sehingga tercipta simbiosis mutualisme dan win-win solution antar pengusaha,” katanya.

Rela Berkorban
Sementara itu, Pembina IIBF Depok, H. Acep Azhari yang akrab disapa Jiacep, menekankan pentingnya aspek spiritual dalam menjalankan bisnis. Ia mengingatkan bahwa di balik kesuksesan usaha, ada tanggung jawab besar yang sering kali membuat para pengusaha harus berkorban demi karyawan dan keberlangsungan usaha.
“Jadilah pengusaha yang memiliki jiwa yang tenang. Dengan ketenangan, kita tidak akan grogi, panik, atau grasak-grusuk dalam menjalankan bisnis,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa ketenangan hati menjadi kunci datangnya rezeki.
“Agama mengajarkan bahwa rezeki akan mendatangi jiwa yang tenang,” paparnya.
Selain itu, Jiacep menegaskan pentingnya terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan zaman dan teknologi.“Bisnis akan mengikuti pertumbuhan dirimu. Jika kamu bertumbuh, maka bisnismu akan bertumbuh,” ungkapnya.
Di akhir pesannya, ia mengingatkan agar kesuksesan tidak membuat seseorang lupa diri, melainkan semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat bagi banyak orang.
“Ketika sukses, jangan merasa itu murni karena diri sendiri. Semua karena ridha Allah. Kata kunci dalam bisnis itu adalah ridha—bagaimana kita mempertahankan, menumbuhkan, dan memberi manfaat dalam lingkaran bisnis yang benar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, IIBF Depok berharap lahir para pengusaha yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga matang secara karakter dan spiritual, sehingga mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
(sajada.id)






Komentar