Kesra
Beranda » Berita » PDIP dan NU Depok Eratkan Silaturahim, Soroti Perda Pesantren hingga Evaluasi Bimroh

PDIP dan NU Depok Eratkan Silaturahim, Soroti Perda Pesantren hingga Evaluasi Bimroh

Ketua PCNU Kota Depok KH. Achmad Solechan, didampingi Sekretaris PCNU Depok H. Hakim Muzayyan, menerima kunjungan DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Rabu (8/4/2026).

SAJADA.ID, DEPOK — Silaturahim antara DPC PDI Perjuangan Kota Depok dan PCNU Kota Depok tidak hanya menjadi ajang halal bihalal pasca-Idulfitri, tetapi juga berkembang menjadi forum strategis yang membahas berbagai persoalan penting umat dan masyarakat, Rabu (8/4/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor PCNU Depok, isu pengawalan Perda Pondok Pesantren, kesejahteraan guru diniyah, hingga evaluasi program Bimbingan Rohani (Bimroh) menjadi sorotan utama.

Pertemuan yang dipandu oleh Hakim Muzayyan, Sekretaris PCNU Kota Depok ini menunjukkan bahwa hubungan PDIP dan NU di Kota Depok bukan sekadar kedekatan historis, tetapi juga memiliki titik temu dalam memperjuangkan kepentingan umat, pendidikan keagamaan, serta agenda kebangsaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Nasihat Mbah Moen: Jangan Bercerai Hanya Karena Takut….

Rombongan DPC PDIP Kota Depok dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, didampingi Sekretaris H. Imam Turidi, Bendahara Habib Ahmad Riza Al-Habsyi, Ketua Fraksi PDIP Kota Depok, Hj. Indah Ariani, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Ikravani Hilman.

Sementara dari pihak PCNU Kota Depok hadir Ketua Tanfidziyah Dr. KH. Achmad Solechan, Sekretaris H. Khakim Muzayyan, Wakil Rais Syuriah KH. M. Abdul Mujib, Rais Syuriah JQH NU Depok KH. Jazim Hamidi, serta sejumlah pengurus lainnya dan perwakilan lembaga maupun badan otonom (Banom) NU Depok, seperti LTN NU dan Satkorcab Ansor Depok, A. Hukmawan.

Sekretaris PCNU Kota Depok, H. Hakim Muzayyan

Silaturahim yang Sarat Agenda Umat

Balam sambutannya, Ketua DPC PDIP Kota Depok Hj. Yuni Indriany menyampaikan ucapan minal aidzin wal faidzin sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus baru DPC PDIP Kota Depok yang telah resmi menerima SK.

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar tradisi silaturahim Lebaran, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para ulama dan pengurus NU, sekaligus memohon nasihat, wejangan, dan doa agar kepengurusan baru DPC PDIP Kota Depok dapat menjalankan amanah dengan baik.

Antara Kesalehan Spiritual dan Kesalehan Sosial

“Silaturahim ini kami niatkan untuk menyambung ukhuwah, memperkenalkan jajaran pengurus baru, sekaligus memohon nasihat dan doa dari para kiai agar DPC PDIP Kota Depok bisa menjalankan amanah dengan baik,” demikian substansi yang disampaikan Teh Yuni.

PCNU Depok: PDIP dan NU Punya Jejak Panjang dalam Kebangsaan

Ketua PCNU Kota Depok, Dr. KH. Achmad Solechan, menyambut hangat kehadiran rombongan DPC PDIP Kota Depok. Ia berharap pertemuan tersebut membawa keberkahan dan memperkuat kerja sama dalam urusan kemasyarakatan dan kebangsaan.

“Semoga silaturahim ini membawa berkah. Selamat datang kepada para pengurus DPC PDIP Kota Depok yang baru saja sah dalam SK kepengurusan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi Umumkan Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Kiai Alech menegaskan bahwa PDIP dan NU memiliki kedekatan yang tidak pernah jauh, karena sama-sama memiliki sejarah panjang dalam merawat kebangsaan, menjaga persatuan, dan membangun narasi Indonesia yang inklusif.

“PDIP dengan NU selalu dekat dan tidak pernah jauh, karena sama-sama memiliki sejarah dan narasi panjang untuk kebangsaan,” tegasnya.

Menurutnya, kedekatan itu harus terus diterjemahkan dalam kerja nyata, terutama dalam menghadapi isu-isu strategis yang menyangkut masa depan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya perhatian pada isu keluarga dan bahaya narkoba, yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Perda Pesantren dan Kesejahteraan Guru Diniyah Harus Terus Dikawal

Salah satu sorotan utama dalam silaturahim ini datang dari KH. M. Abdul Mujib, yang menekankan pentingnya pengawalan terhadap Perda Pondok Pesantren agar benar-benar memberi dampak nyata bagi pesantren di Kota Depok.

Wirid dan Zikir: Rutinitas Lisan atau Revolusi Kesadaran?

Menurutnya, keberadaan perda tersebut tidak boleh berhenti pada level regulasi formal semata, tetapi harus diterjemahkan dalam keberpihakan anggaran, kebijakan, serta program yang menyentuh kebutuhan pesantren secara langsung.

Selain itu, Kiai Mujib juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan guru-guru diniyah, yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan agama di tengah masyarakat.

“Perda pondok pesantren harus tetap dikawal. Begitu juga kesejahteraan guru-guru diniyah, karena mereka adalah pilar penting pendidikan umat,” ujarnya.

Walau Setiap Jumat WFH, Menag Tegaskan Layanan Publik Kemenag Tak Boleh Terganggu

Masukan ini menjadi penting mengingat NU selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga ekosistem pendidikan Islam, baik melalui pesantren, madrasah, maupun lembaga diniyah nonformal.

Evaluasi Bimroh Jadi Catatan Serius

Selain Perda Pesantren, isu yang cukup kuat mengemuka adalah perlunya evaluasi terhadap program Bimbingan Rohani (Bimroh).

KH. Jazim Hamidi secara tegas menyampaikan bahwa program Bimroh yang telah berjalan perlu diawasi dan dievaluasi lebih serius. Ia menyoroti adanya temuan bahwa beberapa pihak yang mendapatkan SK dalam program tersebut justru dinilai tidak memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

Tetap Beristighfar Usai Berbuat Baik: Menyadari Keterbatasan Amal Manusia

“Terkait Bimroh, yang sudah mendapatkan SK perlu diawasi dan dievaluasi, karena ada yang ditemukan justru tidak bisa ngaji,” ungkapnya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ustadz Syahruddin dari LTN NU Depok, yang meminta agar evaluasi Bimroh diperkuat agar program keagamaan yang difasilitasi pemerintah benar-benar diisi oleh SDM yang kompeten, amanah, dan memiliki kemampuan dasar keagamaan yang layak.

Selain menyoroti Bimroh, Ustadz Syahruddin juga mengingatkan bahwa madrasah negeri di Kota Depok saat ini baru berjumlah dua. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam formal yang berkualitas dan terjangkau.

Sampah, Kemacetan, dan Jalan Rusak Juga Masuk Pembahasan

Silaturahim ini tidak berhenti pada isu-isu keagamaan semata. KH. M. Abdul Mujib juga menyoroti sejumlah persoalan kota yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari persoalan sampah, kemacetan, hingga jalan-jalan rusak.

Menurutnya, isu sampah di Depok sudah sangat krusial dan perlu penanganan yang lebih serius. Ia menilai, bila daerah lain bisa menuntaskan persoalan sampah, maka Kota Depok juga semestinya mampu jika ada kemauan politik dan kolaborasi yang kuat.

“Isu sampah ini menjadi sangat krusial. Di daerah lain saja bisa menuntaskan, kami yakin di Depok juga bisa,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa solusi atas kemacetan dan perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi perhatian bersama agar kehadiran pemerintah benar-benar terasa oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.PDIP Buka Ruang Kolaborasi dengan Kalangan Santri dan NU

Dari pihak DPC PDIP, H. Imam Turidi menyampaikan gagasan agar ke depan ada ruang kolaborasi yang lebih konkret antara PDIP dan kalangan santri.

Ia mengusulkan agar pada momentum Bulan Bung Karno, dapat digelar kegiatan yang melibatkan santri, misalnya melalui Festival Marawis atau agenda kebudayaan Islami lainnya. Gagasan ini dinilai menarik karena bisa menjadi ruang perjumpaan antara semangat kebangsaan dan tradisi pesantren.

Sementara itu, Habib Ahmad Riza Al-Habsyi menegaskan bahwa di tubuh PDIP Kota Depok terdapat kesamaan semangat dengan nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Karena itu, ia membuka peluang agar tokoh-tokoh NU Depok dapat mengaspirasikan kader-kader terbaiknya untuk berkontribusi di BAMUSI (Baitul Muslimin Indonesia).

Langkah ini menunjukkan bahwa silaturahim tersebut tidak berhenti pada pertemuan simbolik, tetapi diarahkan pada kemungkinan kerja sama yang lebih nyata dan berkelanjutan.

Fraksi PDIP Diingatkan Konsisten pada Komitmen Pesantren

Dalam kesempatan itu, Ikravani Hilman juga menyampaikan bahwa dari sisi Fraksi PDIP di DPRD Kota Depok, partainya memiliki rekam jejak dalam mendukung kebijakan yang berpihak kepada pesantren.

Ia menegaskan bahwa Fraksi PDIP termasuk yang mengusulkan Perda Pondok Pesantren pada periode sebelumnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komitmen terhadap dunia pesantren perlu terus dijaga, tidak hanya dalam wacana politik, tetapi juga dalam kebijakan yang konsisten dan berpihak.

Ukhuwah Kebangsaan yang Menyentuh Masalah Nyata

Silaturahim DPC PDIP Kota Depok ke PCNU Depok ini menjadi gambaran bahwa hubungan antara organisasi politik dan organisasi keagamaan dapat berjalan sehat bila dibangun di atas semangat ukhuwah, saling menghormati, dan kepedulian terhadap persoalan umat.

Dari Perda Pondok Pesantren, kesejahteraan guru diniyah, evaluasi Bimroh, madrasah negeri, hingga sampah, kemacetan, dan jalan rusak, seluruh pembahasan dalam forum ini menunjukkan bahwa silaturahim yang baik bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga melahirkan agenda kemaslahatan yang konkret.

Di tengah tantangan Kota Depok yang terus berkembang, sinergi antara PDIP dan NU diharapkan tidak berhenti pada komunikasi simbolik, tetapi benar-benar menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada umat dan masyarakat luas.

(Syahruddin El Fikri/sajada.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *