SAJADA.ID, DEPOK – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan silaturahmi Alumni MTs Al Hidayah Rawadenok angkatan 1994 yang digelar pada Ahad (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Alumni, Ustadz Muhasan, di Rawadenok RT 01/01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok ini juga dirangkaikan dengan santunan sembako bagi delapan anggota alumni yang berstatus janda.
Acara yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang azan Magrib tersebut dihadiri sekitar 58 orang alumni laki-laki dan perempuan. Mereka berkumpul dalam suasana penuh kehangatan, mengenang masa-masa sekolah sekaligus mempererat ukhuwah yang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.
Ketua Alumni MTs Al Hidayah Rawadenok angkatan 1994, Ustadz Muhasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama alumni yang membutuhkan bantuan.

“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk mempererat ukhuwah sekaligus berbagi. Kami ingin kebersamaan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama alumni,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula salah satu guru yang pernah menjadi wali kelas para alumni pada tahun 1994, yakni Ustadz H. Saepudin Zuhri, S.Ag. yang kini menjabat sebagai Dewan Penasehat di Yayasan Al Hidayah Rawadenok. Kehadiran beliau menjadi momen yang sangat berkesan bagi para alumni karena dapat kembali bersilaturahmi dengan guru yang pernah mendidik mereka.
Baca Al Quran
Dalam tausiyahnya, Ustadz Saepudin Zuhri mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan memperbanyak ibadah, terutama membaca Al-Qur’an.
“Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar setiap muslim senantiasa menjadikan Allah sebagai pendamping dalam setiap aktivitas kehidupan, baik saat bekerja, berolahraga, maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Allah sangat sayang kepada hamba-Nya. Karena itu, jadikan Allah selalu hadir dalam kehidupan kita, agar ketika ajal datang, kita dalam keadaan husnul khatimah,” katanya.
Ustadz Saepudin juga menyinggung kisah tokoh saleh Sam’un Al-Ghazi yang dikenal memiliki keteguhan iman luar biasa dan dicintai Allah karena ketakwaannya. Kisah tersebut disampaikan sebagai motivasi agar umat Islam semakin semangat dalam menjalankan ibadah.
Selain itu, ia mengingatkan keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti betapa besar kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.
“Amalan sunnah di bulan Ramadan diberi pahala seperti amalan wajib, sementara amalan wajib dilipatgandakan pahalanya. Ini menunjukkan betapa Allah sangat mencintai umat Islam,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membahagiakan orang lain, terutama mereka yang membutuhkan bantuan.
Amalan Ringan Pahala Besar
Dalam ceramahnya, ia mengutip kisah dialog Nabi Musa AS dengan Allah SWT tentang amalan yang ringan namun besar pahalanya.
“Allah berfirman bahwa amalan yang paling besar pahalanya adalah membahagiakan orang lain. Ada banyak cara untuk melakukannya, salah satunya dengan memberikan santunan atau membantu mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, kegiatan santunan yang dilakukan oleh para alumni merupakan bentuk amal yang sangat mulia, terlebih jika diberikan kepada sesama teman yang membutuhkan.
“Ketika kita membantu orang lain, mereka ikut bergembira menyambut hari raya. Pahalanya sangat besar di sisi Allah,” tambahnya.
Acara berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para alumni tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari tausiyah, doa bersama, hingga berbuka puasa bersama.
Kegiatan ini juga didukung oleh para pengurus alumni, di antaranya Ketua Alumni Ustadz Muhasan, Koordinator Acara Ustadz Zaenal dan Naman, SH, serta Bendahara Atifah dan Mardiah.
Melalui kegiatan ini, para alumni berharap kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga, sehingga silaturahmi yang telah terjalin sejak masa sekolah tetap hidup dan memberi manfaat bagi sesama.
Oleh: Nasir Yusuf, MM.
Anggota Alumni MTs Al Hidayah Rawadenok Angkatan 1994, Pancoranmas Depok






Komentar