SAJADA.ID, JAKARTA–Negara terus menunjukkan kehadirannya bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah menyalurkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban luka berat akibat bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran santunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah setempat. Kemensos memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran melalui mekanisme validasi dan verifikasi data korban oleh bupati/wali kota dan BNPB.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa santunan bagi korban meninggal dunia diberikan sebesar Rp15 juta per jiwa, sedangkan korban luka berat menerima Rp5 juta.
“Ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta per korban meninggal dunia, sementara korban luka berat sebesar Rp5 juta,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/1/2026), sebagaimana dikutip dari laman kemensos.go.id.
Hingga kini, Kemensos telah menyalurkan santunan kepada 355 ahli waris korban meninggal dunia di tiga provinsi. Penyaluran tersebut mencakup sejumlah wilayah terdampak dengan rincian sebagai berikut:
Provinsi Aceh
- Kabupaten Pidie: 2 jiwa
- Kabupaten Pidie Jaya: 30 jiwa
- Kabupaten Aceh Tenggara: 12 jiwa
Provinsi Sumatera Utara
- Kota Sibolga: 54 jiwa
- Kabupaten Langkat: 16 jiwa
Provinsi Sumatera Barat
- Kabupaten Pasaman Barat: 8 jiwa
- Kota Padang Panjang: 25 jiwa
- Kabupaten Agam: 195 jiwa
- Kabupaten Padang Pariaman: 13 jiwa
Kemensos menegaskan bahwa proses penyaluran santunan masih terus berjalan seiring validasi data korban yang dilakukan di lapangan. Saat ini, tercatat 62 ajuan santunan di Aceh dan 118 ajuan di Sumatera Utara yang sedang diproses melalui sistem perbankan Himbara.
Sementara itu, santunan bagi ahli waris yang masih dalam tahap pemberkasan oleh Dinas Sosial setempat meliputi 439 jiwa di Aceh, 109 jiwa serta 30 korban luka berat di Sumatera Utara, dan 25 jiwa di Sumatera Barat.
“Semuanya akan kami salurkan setelah ditandatangani oleh bupati atau wali kota setempat,” kata Gus Ipul. (sajada.id)



Komentar