Hikmah
Beranda » Berita » Perlukah Membaca Manaqib dan Kisah Orang-Orang Saleh?

Perlukah Membaca Manaqib dan Kisah Orang-Orang Saleh?

Perlukah Membaca Manaqib dan Kisah Orang-Orang Saleh?

SAJADA.ID— Pembacaan manaqib atau kisah hidup dan keutamaan para wali serta orang-orang saleh sudah menjadi tradisi umat Islam, seperti manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, keteladanan Sayyidah Khadijah al-Kubra, hingga kisah Ashabul Kahfi. Namun sebagian bertanya: apakah hal itu dianjurkan? Apa manfaatnya bagi umat?

Al-Qur’an memberikan perhatian besar pada kisah para nabi dan hamba-hamba saleh:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal.”(QS. Yusuf: 111)

Mengajar Tanpa Komputer, Menginspirasi Dunia: Kisah Guru dari Ghana

Kisah mereka memberi inspirasi nyata untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak.

Rasulullah ﷺ menegaskan:

اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ

“Sebutlah kebaikan orang-orang yang telah meninggal dunia.” (HR. Abu Dawud)

Dan sabda beliau ﷺ lainnya:

Barokah Itu Bukan Sekadar Banyak: Hikmah Ibrahim bin Adham dari Kambing dan Anjing

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang akan bersama dengan siapa yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka mencintai para kekasih Allah adalah jalan untuk dekat bersama mereka di akhirat.

Atsar Ulama Salaf: Rahmat Turun Ketika Disebut Orang Saleh

Dalam At-Tamhid karya Ibn Abdul Barr meriwayatkan perkataan ulama besar Sufyān bin ‘Uyainah:

Nasihat Mbah Moen: Jangan Bercerai Hanya Karena Takut….

عِنْدَ ذِكْرِ الصَّالِحِينَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ

“Ketika orang-orang saleh disebut-sebut, maka turunlah rahmat.” (At-Tamhid, Juz 11, hal. 264)

Artinya, mengisahkan orang-orang saleh bukan hanya sejarah, tetapi sebab turunnya berkah dan rahmat Allah.


Keteladanan Tokoh-Tokoh Saleh

Ashabul Kahfi mencontohkan keteguhan iman:

Tetap Beristighfar Usai Berbuat Baik: Menyadari Keterbatasan Amal Manusia

إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Mereka para pemuda beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk bagi mereka.” (QS. Al-Kahfi: 13)

Sayyidah Khadijah al-Kubra, inspirasi kesetiaan dan pengorbanan dalam dakwah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Ramadhan dan Tazkiyatun Nafs

خَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ

“Sebaik-baik wanita pada masanya adalah Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari)

Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengajarkan kejujuran, keteguhan, dan jihad melawan hawa nafsu—sebuah teladan sepanjang masa.

Mengapa Manaqib Penting untuk Umat?
Tradisi ini:

Pentingnya Bersedekah

✔ Menumbuhkan cinta kepada wali, ulama, dan tokoh beriman

✔ Mendorong umat meneladani perjuangan mereka

✔ Menghadirkan rahmat Allah di tengah majelis

✔ Menguatkan semangat spiritual dan istiqamah

✔ Mengingatkan bahwa selalu ada jalan menuju Allah

Para ulama mengatakan:

● Kisah orang-orang saleh adalah tentara Allah yang menguatkan hati para hamba-Nya.
● Selama dilakukan tanpa ghuluw (berlebihan), tanpa kultus individu, dan tidak diyakini memberi manfaat selain izin Allah—maka ia adalah amalan yang penuh berkah.

Oleh karena itu, Membaca manaqib memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an, Sunnah, dan praktik ulama salaf. Kisah orang-orang saleh menjadi pendidikan ruhani, penyemangat iman, dan sarana melestarikan keteladanan para kekasih Allah dalam kehidupan umat Islam sepanjang masa.

(Syahruddin/sajada.id/)