Al Quran
Beranda » Berita » Semua Akan Layu, Kecuali Al-Quran

Semua Akan Layu, Kecuali Al-Quran

Semua Akan Layu, Kecuali Al-Quran

Oleh Syahruddin El Fikri

الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا، والصلاة والسلام على من أرسله الله رحمة للعالمين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Dompet Dhuafa dan Gramedia Sebar 30 Ribu Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara

Amma ba’du.

Sahabat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subḥānahu wa Taʿālā atas segala nikmat, khususnya nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat Islam yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.

Tarawih Perdana, PWI Kota Depok Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Anggota

Sahabat yang dirahmati Allah

Pernahkah kita merenung bahwa semua hal di dunia akan layu, rusak, bahkan mati jika tidak dirawat? Tumbuhan akan kering jika tidak disiram. Hati akan kosong jika tidak disirami dzikir. Hubungan akan retak jika tidak dijaga komunikasi dan kasih sayang.

Namun, ada satu hal yang jika ditinggalkan bukan dia yang layu — tetapi justru kitalah yang akan layu.

Belum Datangkah Waktunya Hati Kita Tunduk?

Itulah Al-Qur’an, kalamullah yang suci.

Sebagaimana dikatakan dalam untaian hikmah yang indah:

"كلُّ الأشياءِ تذبلُ إنْ تركتَها، إلَّا القرآن، إنْ تركتَهُ تذبلْ أنتَ"

“Segala sesuatu akan layu jika kau tinggalkan. Kecuali Al-Qur’an. Jika kau tinggalkan, justru dirimulah yang akan layu.”

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang mulia. Banyak keistimewaan dan keutamaan Al-Qur’an. Seperti:

Astrofisikawan Harvard Buktikan “Jejak” Keberadaan Tuhan Melalui Matematika

1. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah: 2)

Perangi Buta Aksara Al-Qur’an, TP PKK Depok Gandeng Mahasiswa UID

2. Al-Qur’an sebagai penyembuh hati:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

(QS. Al-Isra’: 82)

Tarhib Ramadan, Kauny Dorong Budaya Menghafal Al-Qur’an Sepanjang Tahun

3. Al-Qur’an akan menjadi pembela di akhirat:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa’at bagi para pembacanya.”

(HR. Muslim no. 804)


???? Apa yang akan Terjadi Jika Kita Meninggalkan Al-Qur’an?

Saudaraku,

Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya berarti tidak membacanya, tapi juga:

– Tidak memahami isinya

– Tidak mengamalkan ajarannya

– Tidak menjadikannya pedoman hidup

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Berkatalah Rasul: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”

(QS. Al-Furqan: 30)

Kita bisa belajar dari salah satu wali Allah yang bernama Fudhail bin Iyadh.

Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang perampok jalanan yang ditakuti. Tapi ia berubah total ketika suatu malam, saat hendak merampok, ia mendengar seseorang membaca ayat ini:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (yaitu Al-Qur’an)?” (QS. Al-Hadid: 16).

Ayat ini menggetarkan jiwanya. Ia berkata dalam hati: “Ya Allah, sudah tiba waktunya ” Maka ia pun bertaubat, meninggalkan kehidupan kelamnya, dan menjadi ahli ibadah dan ulama besar yang dikenal hingga kini.


Sahabat, Rasulullah SAW telah mengingatkan kita sejak 14 abad silam.

Ketika Al-Qur’an mulai ditinggalkan oleh umatnya, maka yang tersisa hanyalah lafal tanpa makna, tulisan tanpa pengaruh, dan suara tanpa kesan.

Inilah yang pernah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِّنَ الْهُدَى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ النَّاسِ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ، مِنْ عِندِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ

“Akan datang suatu zaman kepada manusia, yang tersisa dari Al-Qur’an hanyalah tulisannya saja, dan dari Islam hanyalah namanya saja. Masjid-masjid mereka megah tapi kosong dari petunjuk. Ulama mereka adalah seburuk-buruk makhluk yang ada di bawah langit. Dari mereka muncul fitnah, dan kepada mereka pula fitnah itu akan kembali.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman no. 2695).

Rasulullah ﷺ menggambarkan suatu zaman yang mengerikan secara spiritual, di mana bangunan megah tak menjamin cahaya iman, dan bacaan Al-Qur’an hanya menjadi hiasan dinding dan rak, bukan pemandu hidup.

Terakhir, marilah kita kembali membuka lembaran Al-Qur’an. Kita baca huruf per huruf, dan berusaha memahami kandungannya.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mengagungkan Al-Qur’an secara simbolik tapi menelantarkannya secara praktik.


Padahal Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ، كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ"

“Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikit pun dari Al-Qur’an, seperti rumah yang roboh.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2913 – hasan shahih)

Sahabat,

Di akhir tulisan ini, mari kita perkuat hubungan dengan Al-Qur’an:

1. Jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan harian, walau satu halaman atau satu ayat.

2. Usahakan untuk memahaminya, meskipun perlahan.

3. Amalkan dalam kehidupan, dalam akhlak, muamalah, dan ibadah.

4. Ajarkan pada anak-anak, agar mereka tumbuh dalam cahaya wahyu.


Karena jika Al-Qur’an ditinggalkan, maka yang layu dan mati bukanlah mushaf — tapi hati dan jiwa kita.

كل الأشياءِ تذبلُ إنْ تركتَها، إلَّا القرآن، إنْ تركتَهُ تذبلْ أنتَ

Semoga Allah merahmati kita semua.

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghapus kesedihan kami, dan pengangkat kegundahan serta kesulitan kami.

آمين يا رب العالمين.

(SFRsajada.id/)