Hikmah
Beranda » Berita » Subuh Keliling: Kolaborasi BKM Nururrahman dan Majelis Subuh Al-Ahad Nur Rajab

Subuh Keliling: Kolaborasi BKM Nururrahman dan Majelis Subuh Al-Ahad Nur Rajab

Lurah Rangkapan Jaya Baru, Tajuddin SH (memegang mic) saat memberi sambutan pada cara Subuh Keliling Nur Rajab di Masjid Nururrahman, Ahad (4/8).
Lurah Rangkapan Jaya Baru, Tajuddin SH (memegang mic) saat memberi sambutan pada cara Subuh Keliling Nur Rajab di Masjid Nururrahman, Ahad (4/8).

Subuh Keliling: Kolaborasi BKM Nururrahman dan Majelis Subuh Al-Ahad Nur Rajab

sajada.id/–Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nururrahman berkolaborasi dengan Majelis Subuh Al Ahad menyelenggarakan Subuh Keliling (Suling). Dan pada Ahad, 4 Agustus 2024, subuh keliling diselenggarakan di Masjid Nururrahman, Komplek Pelita Air Service, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.

Sekitar 300 jamaah menghadiri subuh keliling ini. Menurut Presiden Majelis Subuh Al Ahad Nur Rajab, Ust. Rihadi BS, di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru terdapat dua Majelis Subuh Al Ahad, yakni yang ada di Kampung Parung Bingung dan Majelis Subuh Al Ahad Rawa Denok.

"Sesuai saran dari Pak Lurah Rangkapan Jaya Baru, sebaiknya biar semakin semarak dan silaturahim semakin baik antar jamaah, sebaiknya diadakan gabungan Majelis Subuh Al Ahad. Kami kemudian bersepakat menamakannya Nur Rajab," ujar Ust. Rihadi.

Ramadhan dan Tazkiyatun Nafs

Ust. Rihadi BS, Presiden Majelis Subuh Al Ahad Nur Rajab.
Ust. Rihadi BS, Presiden Majelis Subuh Al Ahad Nur Rajab.

Nur itu, kata dia, artinya cahaya, sedang Rajab maksudnya adalah bulan Rajab. "Sebab peristiwa penyatuan MSA ini memang pada bulan Rajab," ujarnya.

Selain itu kata dia, Rajab itu juga menjadi akronim singkatan dari Rangkapan Jaya Baru (RJB). Maka, dengan nama Nur Rajab itu, kata Ust. Rihadi, diharapkan cahaya Allah senantiasa tercurah untuk warga Rangkapan Jaya Baru, khususnya dan umat Islam secara keseluruhan.

Dalam Subuh Keliling Nur Rajab ini hadir sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Antara lain Lurah Rangkapan Jaya Baru, Tajuddin SH, anggota DPRD Kota Depok Ust. Khairullah Ahyari, Ketua Tanfidziah PRNU RJB, Ust. Hadi Darmawan, Ketua BKM Nururrahman Muhammad Nashir, serta sejumlah tokoh dan para alim ulama di wilayah Rangkapan Jaya Baru.

Lurah Tajuddin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya setiap warga saling berkoordinasi, bekerja sama , dan berkolaborasi untuk meningkatkan kerukunan dan kedamaian bersama.

Pentingnya Bersedekah

Selain itu, Lurah RJB ini juga menekankan pentingnya anak-anak muda meningkatkan pemahaman keagamaan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan ugal-ugalan. "Jangan sampai marak narkoba, kenakalan remaja, dan perbuatan anarkis lainnya. Semuanya harus dijaga agar lingkungan ini semakin lebih baik," ujar Lurah RJB Tajuddin SH.

Ust. H. Syahruddin El Fikri 
Ust. H. Syahruddin El Fikri

Sementara itu, bertindak sebagai penceramah pada Subuh Keliling Nur Rajab ini adalah Ust. H. Syahruddin El Fikri. Dalam tausiyahnya, Ust. Syahruddin menyampaikan pentingnya umat Islam menjaga mutiara-mutiara yang diberikan Allah SWT.

Mengutip kitab Nasha'ihul Ibad, karya Syekh Nawawi al-Bantani, Halaman 30-3 Bab Keempat pada Nasihat yang ke-18, disebutkan bahwa ada empat mutiara pada setiap diri manusia. Keempat mutiara itu adalah Akal, Addin (agama), Al Haya' (rasa malu) dan Amal Shaleh.

Inilah Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

"Jika empat hal ini bisa dijaga, insya Allah, manusia itu akan mulia dan akan dimuliakan Allah SWT," ujar Ust Syahruddin yang juga Katib Syuriyah PRNU RJB ini.

Ust. H. Syahruddin El Fikri, saat memberikan tausiyah dihadapan jamaah Majelis Subuh Al Ahad Nur Rajab di Masjid Nururrahman, Ahad (4/8)
Ust. H. Syahruddin El Fikri, saat memberikan tausiyah dihadapan jamaah Majelis Subuh Al Ahad Nur Rajab di Masjid Nururrahman, Ahad (4/8)

Ust Syahruddin menambahkan, jika empat mutiara ini hilang pada diri manusia, maka dia akan dihinakan bahkan derajatnya lebih rendah daripada hewan. Ia mencontohkan, orang yang kehilangan akal (gila) dengan kambing yang gila. Nilai kambing gila lebih tinggi daripada orang yang hilang akal (gila).

Dan keempat mutiara itu akan rusak dikarenakan empat hal pula, yakni sikap ghadhab (pemarah), hasad (iri dengki), tamak (rakus dan serakah) serta ghibah (caci maki dan membicarakan keburukan orang lain).

(SFRsajada.id/)

Kisah Pertobatan Malik bin Dinar